Simetrisnews – Kondisi memprihatinkan dialami para pelajar di Kota Medan yang harus mempertaruhkan keselamatan demi berangkat sekolah.
Di bantaran Sungai Deli, anak-anak sekolah terlihat nekat menyeberang menggunakan pipa PDAM berdiameter sekitar 50 cm yang berada di ketinggian belasan meter. Aksi berbahaya ini dilakukan karena jembatan penghubung antara Kelurahan Kampung Baru dan Pangkalan Mansur telah lama putus.
Meski area bekas jembatan sudah dipasangi garis polisi sebagai tanda larangan, para pelajar tetap melintas karena tidak adanya akses alternatif yang dekat. Jika memutar, jarak tempuh ke sekolah menjadi jauh lebih panjang.
Dengan masih mengenakan seragam dan membawa tas, mereka berjalan perlahan di atas pipa yang licin dan melengkung, tanpa melepas sepatu. Kondisi ini jelas berisiko tinggi, terutama jika terpeleset.
Diketahui sebelumnya terdapat jembatan bekas rel yang dimodifikasi warga agar bisa dilalui. Namun, jembatan tersebut kini telah ambruk dan belum diperbaiki hingga saat ini.
Warga setempat berharap pemerintah segera membangun jembatan baru, mengingat terdapat beberapa sekolah di sekitar lokasi, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang sangat bergantung pada akses tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan penting terkait keselamatan pelajar serta kebutuhan infrastruktur yang layak demi mendukung aktivitas pendidikan.
