Simetrisnews.com

Jalan Kaki 10–15 Menit Setelah Makan, Cara Sederhana Cegah Lonjakan Gula Darah

Simetrisnews – Kebiasaan kecil seperti jalan kaki setelah makan ternyata memberi dampak besar bagi kesehatan tubuh. Aktivitas ringan ini membantu pencernaan, menstabilkan gula darah, hingga menjaga kesehatan metabolik dalam jangka panjang.

Setelah makan, tubuh masuk ke fase rest and digest (istirahat dan cerna). Pada fase ini, usus dan otak saling bertukar sinyal melalui sumbu usus-otak yang memengaruhi pencernaan, emosi, dan tingkat stres.

Zat gizi dari makanan dipecah menjadi glukosa, asam lemak, dan asam amino, lalu dilepaskan ke aliran darah. Inilah momen sensitif ketika tubuh membutuhkan bantuan untuk mengelola lonjakan gula darah.

Menurut Gerald Shulman, profesor kedokteran di Yale University, gerakan otot saat berjalan membantu menarik glukosa dari darah masuk ke sel tanpa bergantung penuh pada insulin.

“Olahraga bisa melewati kelemahan dalam sinyal insulin. Ia membuka jalan bagi glukosa untuk masuk ke dalam sel, bahkan pada orang dengan resistensi insulin.”

Artinya, jalan kaki memberi tubuh jalur tambahan untuk mengontrol gula darah, mengurangi beban pankreas, dan menekan risiko diabetes serta penyakit jantung.

Selain itu, bergerak setelah makan juga meningkatkan aliran darah ke organ pencernaan dan memperkuat interosepsi kemampuan otak merasakan kondisi internal tubuh.

Berapa Lama Jalan Kaki?

Ilmuwan olahraga dan nutrisi dari George Washington University, Loretta DiPietro, menyarankan mulai bergerak sekitar 30 menit setelah makan. Namun, manfaat sudah terasa bahkan jika langsung dilakukan.

Penelitiannya menunjukkan:

“Bahkan tidak perlu sampai berkeringat, yang penting bergerak,” kata Loretta.

Kuncinya adalah konsistensi. Jika dilakukan setiap hari, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi perlindungan jangka panjang bagi kesehatan metabolik tubuh.

Exit mobile version