Iran Tegaskan Pertahankan Kedaulatan Usai Serangan AS–Israel, Pezeshkian Hubungi Putin
Simetrisnews – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan kedaulatan nasional sekaligus tetap mengupayakan perdamaian di kawasan, di tengah meningkatnya konflik setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pembicaraan tersebut, pemimpin Iran itu mengecam keras tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Iran Kecam Pembunuhan Ayatollah Khamenei
Pezeshkian menyebut kematian Ayatollah Khamenei sebagai tindakan pembunuhan yang melanggar hukum internasional. Ia juga mengecam penggunaan kekuatan militer yang dianggap mencoba memaksakan kehendak kepada negara lain.
“Para penindas menggunakan kekuatan buta dan sembrono untuk memaksakan kehendak mereka kepada bangsa-bangsa. Namun dukungan besar dan heroik rakyat Iran terhadap negaranya justru memperkuat tekad kami untuk mempertahankan tanah air,” ujar Pezeshkian, dikutip dari media Iran Press TV, Sabtu (7/3/2026).
Presiden Iran itu juga menegaskan bahwa klaim Israel yang menyatakan tidak memiliki niat menyerang Iran tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Menurutnya, serangan tersebut membuktikan bahwa ketegangan dan permusuhan terhadap Iran masih terus berlangsung bahkan ketika pembicaraan diplomatik sedang berjalan.
Iran Minta Dukungan Rusia
Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian juga meminta Rusia untuk menggunakan pengaruh internasionalnya guna mendukung hak-hak Iran dalam menghadapi agresi militer tersebut.
Ia menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat bersifat defensif dan bertujuan melindungi wilayah serta rakyat Iran.
“Republik Islam Iran tidak pernah bermaksud menyerang negara-negara tetangganya. Jalan kami adalah mempertahankan integritas wilayah sekaligus mengupayakan perdamaian yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Khamenei serta menyatakan solidaritas Rusia kepada Iran.
Putin juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Ia mengungkapkan bahwa Rusia terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin negara di kawasan, termasuk anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat koordinasi diplomatik dan keamanan antara Teheran dan Moskow melalui berbagai jalur komunikasi guna meredakan ketegangan regional.













