Bisnis

INACA Apresiasi Kebijakan Pemerintah Redam Dampak Lonjakan Harga Avtur dan Tiket Pesawat

SimetrisnewsIndonesia National Air Carriers Association (INACA) mengapresiasi langkah pemerintah dalam meredam dampak lonjakan harga avtur yang berimbas pada tarif tiket pesawat domestik.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menilai kebijakan yang diumumkan pemerintah sangat krusial di tengah kenaikan tajam harga avtur akibat krisis geopolitik di Timur Tengah.

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah ini, karena memang tidak mudah menyikapi kenaikan harga BBM avtur yang sangat tinggi akibat krisis geopolitik Timur Tengah,” ujar Denon, Senin (6/4/2026).

Menurut Denon, kebijakan tersebut selaras dengan kebutuhan maskapai dan masyarakat. Ia menyoroti keputusan penghapusan bea masuk suku cadang menjadi 0% serta kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11%.

“Kami melihat kebijakan ini sudah sesuai dengan kebutuhan maskapai serta masyarakat, serta terdapat dukungan dari pemerintah dengan kebijakan penghapusan sementara PPN 11% dan penghapusan bea masuk sparepart menjadi 0%,” lanjutnya.

INACA berharap implementasi kebijakan dapat segera berjalan di lapangan agar membantu operasional maskapai dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan, sekaligus menjaga konektivitas transportasi udara nasional.

Sebelumnya, pemerintah mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat domestik pada rentang 9–13% menyusul lonjakan harga avtur global. Untuk menahan kenaikan tetap di kisaran tersebut. Pemerintah menyiapkan sejumlah instrumen, mulai dari PPN DTP 11% untuk kelas ekonomi penerbangan berjadwal dalam negeri, penetapan fuel surcharge 38%, penghapusan bea masuk suku cadang menjadi 0%, hingga penundaan tarif batas atas (TBA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan langkah ini diambil agar kenaikan tiket tidak melampaui batas.

“Untuk menjaga kenaikan tiket domestik di kisaran 9–13% dengan langkah pertama PPN DTP 11% untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup