Impor 105 Ribu Pick Up India Tuai Sorotan, Menperin Ingatkan Ancaman PHK Industri Otomotif Lokal
Simetrisnews – Indonesia telah melakukan impor 105 ribu pick up buatan India untuk digunakan operasional Koperasi Merah Putih. Padahal, dari segmen otomotif Indonesia sudah mampu memproduksi mobil pick up sendiri. Makin heran dengan kebijakan pemerintah saat ini!
Sejumlah produsen yang sudah memiliki pabrik di Tanah Air punya kemampuan untuk memproduksi pick up. Total ada tujuh pabrikan yang memproduksi pick up di dalam negeri mulai dari Toyota, Suzuki, Daihatsu, Suzuki, DFSK, Isuzu, hingga Mitsubishi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewanti-wanti aktifitas impor tersebut karena berpotensi menimbulkan PHK.
Agus menjelaskan pemerintah secara konsisten menjaga keberlanjutan industri otomotif nasional, termasuk dengan mengimbau pelaku industri otomotif untuk menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah dinamika dan tantangan global dan domestik yang dihadapi sektor otomotif, sehingga pengadaan kendaraan melalui impor dikhawatirkan akan mengganggu upaya tersebut di atas.
“Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja di tengah tantangan industri yang ada,” ujar Agus dalam siaran pers yang diterima simetrisnews, Sabtu (21/2/2026).
Agus menyampaikan bahwa pengembangan industri otomotif nasional sejalan dengan arah kebijakan industrialisasi yang secara konsisten disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan. Kebijakan tersebut menekankan pentingnya penguatan industri dalam negeri sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing Indonesia.
“Kemenperin berkomitmen untuk terus memperkuat industri otomotif nasional agar semakin inovatif, berdaya saing, serta mampu menjadi pilar utama dalam penguatan struktur industri dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Agus.
Sebagai informasi tambahan, impor ratusan ribu pick up dari India itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional PT Agrinas Pangan Nusantara. 35 ribu unit akan disediakan oleh Mahindra & Mahindra Ltd sedangkan 70 unit lainnya disediakan oleh Tata Motors.
Bagi Tata Motors, permintaan dari Indonesia ini merupakan pesanan terbesar. Tata Motors akan menyediakan 35 ribu unit pick up Yodha dan juga 35 ribu unit truk ringan Ultra T.7.
“Pesanan ini mencerminkan penerimaan yang terus berlanjut terhadap kendaraan komersial India di pasar internasional dan kepercayaan konsumen terhadap kemampuannya untuk beroperasi secara andal di berbagai kondisi. Tata Yodha dan Ultra T.7 didesain untuk keberlanjutan, operasional yang tinggi, dan efisien buat operasional. Keduanya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas dan memfasilitasi pergerakan barang yang lebih efisien di jaringan pedesaan dan regional. Kami berkomitmen untuk memperluas jejak global solusi mobilitas India melalui kendaraan dan penawaran yang menggabungkan skala, keandalan, dan nilai berkelanjutan bagi konsumen kami,” ungkap Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia Asif Shamim dalam keterangannya.
Senada dengan Tata Motors, bagi Mahindra & Mahindra pemilihan pickup Single Cabin Scorpio buat Koperasi Merah Putih menunjukkan keandalan produk tersebut.
“Pick Up kami didesain untuk beroperasi di kondisi jalan berat namun bisa menjaga biaya operasional seminimal mungkin. Volume yang dijanjikan dalam kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan operasi internasional kami bahkan mencapai total volume ekspor pada tahun fiskal 2025. Sesuai dengan filosofi Rise Mahindra, komitmen ini mencerminkan komitmen kami untuk memfasilitasi kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” ungkap CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta.













