Hampir 500 SPBU di Australia Kehabisan BBM, Pemerintah Gelar Rapat Darurat

Simetrisnews – Jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang kehabisan BBM di Australia terus meningkat dari hari ke hari. Laporan terbaru menyebutkan jumlahnya kini mendekati 500 titik di berbagai wilayah.

Pada Rabu (25/3), kementerian energi setempat mencatat 225 SPBU mengalami kekosongan. Namun, berdasarkan laporan ABC News, angka tersebut melonjak menjadi 470 SPBU, bahkan di sejumlah lokasi terdapat satu jenis bahan bakar yang benar-benar habis.

Situasi ini mendorong pemerintah Australia mengambil langkah cepat melalui rapat darurat kabinet nasional.

Perdana Menteri Anthony Albanese dijadwalkan kembali menggelar rapat darurat kedua bersama para pemimpin negara bagian dan teritori pekan depan.

“Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional,” ujar Albanese di parlemen, Kamis (26/3).

Krisis tersebut dipicu lonjakan harga minyak global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Dampaknya, biaya energi meningkat tajam dan mulai mengganggu berbagai sektor industri serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang.

Data kementerian terkait menunjukkan kekosongan BBM terjadi di sejumlah wilayah seperti Victoria, Queensland, dan New South Wales. Victoria bahkan disebut sebagai salah satu kawasan yang paling terdampak akibat lonjakan harga minyak dunia.

Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi lonjakan permintaan masyarakat, bukan semata karena pasokan yang menipis. Warga pun diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying).

Di sisi lain, oposisi menilai distribusi stok menjadi masalah utama. Pemimpin oposisi Angus Taylor meminta agar stok BBM yang masih tersedia di sejumlah SPBU segera dipindahkan ke titik-titik yang telah kosong.

“Stoknya ada, itulah yang terus mereka katakan kepada kita. Jadi jawabannya harus sederhana. Pindahkan stok BBM ke SPBU yang sudah kehabisan stok,” kata Taylor kepada Channel Nine.

Sejumlah usulan pun bermunculan di tengah situasi ini, mulai dari penjatahan BBM, pengurangan pajak bahan bakar, hingga penggratisan transportasi umum terutama yang menggunakan energi non-BBM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup