Geopolitik Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Siapkan Skenario Mitigasi Haji 2026 demi Keselamatan Jemaah
Simetrisnews – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan langkah mitigasi komprehensif untuk penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah.
“Keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama bagi kami. Mengingat kondisi eskalasi di Timur Tengah, kami tengah menyiapkan beberapa skenario mitigasi yang komprehensif untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan tenang,” ujar Puji di Kantor Teknis Urusan Haji Madinah saat menerima kunjungan pengawasan Komite III DPD RI, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya menyiapkan kesiapan teknis, tetapi juga skema operasional darurat seperti Tanazul (pemulangan lebih awal/penundaan) dan Murur (melintas di Muzdalifah tanpa bermalam) untuk mengurai kepadatan pergerakan jemaah.
Terkait kewajiban pembayaran Dam (denda/sembelihan), Kemenhaj menekankan prinsip kemudahan dan kebebasan bagi jemaah.
“Kami sedang mematangkan mekanisme pembayaran Dam, baik yang dilakukan di Tanah Suci maupun di Tanah Air. Pemerintah memberikan kebebasan kepada jemaah sesuai keyakinan masing-masing. Kami hanya memfasilitasi dan memberikan kemudahan,” jelasnya.
Sementara itu, Pembantu Teknis Urusan Haji Umrah pada Kantor Urusan Haji Jeddah, Zakaria Anshori, memastikan seluruh tim di lapangan bekerja intensif.
Kesiapan transportasi, hotel, katering, dan layanan kesehatan terus dimatangkan jelang kedatangan kloter pertama di Tanah Suci.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dailami Firdaus. Ia mengapresiasi langkah strategis pemerintah, namun mengingatkan agar pengawasan di titik krusial tidak lengah.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah, namun pengawasan di lapangan terutama pada kesiapan petugas dan kenyamanan hotel di Madinah harus tetap dijaga ketat,” tegasnya.













