Gelar Dicabut, Pemain Senegal Sindir CAF dan Maroko di Media Sosial
Simetrisnews – Keputusan Konfederasi Sepakbola Afrika mencabut gelar Senegal di Piala Afrika 2025 dan memberikannya kepada Maroko memicu reaksi keras dari para pemain Senegal.
Mengutip ESPN, hasil final yang sebelumnya dimenangkan Senegal 1-0 pada 18 Januari lalu resmi dibatalkan. CAF menetapkan Maroko menang 3-0 setelah mengabulkan banding atas insiden walk out pemain Senegal.
Baca Juga :
- Harga Cabai Rawit Sempat Tembus Rp120 Ribu per Kg, Bapanas Sebut Kini Mulai Turun
- Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Tembus Rp2,99 Juta per Gram
- Posraya Indonesia Gelar Silaturahmi Relawan Jokowi–Prabowo di Bogor Raya
- Operasi Ketupat 2026 Berbuah Positif, Angka Kecelakaan Anjlok
- Arus Mudik Membludak, 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar dari Jakarta
Insiden tersebut terjadi di injury time babak kedua saat skor masih 0-0, ketika Senegal dihukum penalti. Para pemain Senegal meninggalkan lapangan selama sekitar 17 menit sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan.
Dalam laga itu, penalti Brahim Diaz gagal, dan Senegal justru mencetak gol kemenangan lewat Pape Gueye di babak perpanjangan waktu.
Namun, keputusan akhir CAF tetap memenangkan Maroko dengan skor 3-0.
Meski bersifat final, Senegal masih berpeluang mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss.
Sindiran Pemain Senegal
Para pemain Senegal meluapkan kekecewaan mereka melalui media sosial. Ismaila Sarr yang bermain di Crystal Palace merespons dengan emoji tertawa saat pengumuman CAF dirilis.
Sementara itu, El Hadji Malick Diouf menuliskan sindiran, “para juara mana suaranya,” sambil mengunggah foto parade juara di atas bus. Ia juga mem-posting foto medali dengan tulisan bernada sarkastik.
Bek tengah Moussa Niakhate bahkan melontarkan komentar tajam, “sini ambil trofinya, sudah pada gila.”
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari federasi sepak bola Senegal. Namun, mereka dikabarkan tidak akan menyerahkan trofi dan siap menempuh jalur banding ke CAS.













