Otomotif

Ekspor Mobil Toyota Buatan Indonesia Naik 7 Persen di Awal 2026

Simetrisnews – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memulai tahun 2026 dengan catatan positif. Perusahaan mencatat pertumbuhan ekspor pada Januari 2026, menandakan produk otomotif buatan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, mengungkapkan bahwa ekspor kendaraan mengalami kenaikan sekitar 7 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
“Kita lihat year on year, Januari 2026 kita naik 7 persen, dari 20 ribu menjadi 22 ribu unit. Ini lumayan kenaikannya,” ujar Nandi di Jakarta.

Data TMMIN menunjukkan pada Januari 2026 total distribusi kendaraan mencapai 22.139 unit. Rinciannya terdiri dari 20.309 unit mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) dan 1.830 unit mobil hybrid.

Sebagai perbandingan, pada Januari 2025 total distribusi tercatat sebanyak 20.495 unit, terdiri dari 18.864 unit kendaraan ICE dan 1.631 unit mobil hybrid.

Berdasarkan data tersebut, kendaraan elektrifikasi khususnya hybrid menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan di pasar internasional.

“Kita lihat elektrifikasinya naik sekitar 11 persen. Jadi memang model elektrifikasi khususnya hybrid bukan hanya di domestik, tapi juga ekspor tujuan negara kita mulai diminati,” tambah Nandi.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekspor, manajemen TMMIN terus melakukan ekspansi serta riset pasar di berbagai negara tujuan.

Saat ini hampir seluruh model hybrid yang diproduksi di Indonesia telah dipasarkan ke berbagai negara. Hanya beberapa model yang masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Menurut Nandi, kendaraan hybrid buatan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 80 negara yang tersebar di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.

“Hampir semua yang kita buat (mobil hybrid), kecuali Toyota Veloz masih fokus domestik dulu. Selebihnya sudah diekspor ke lebih dari 80 negara,” jelasnya.

Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation sebesar 95 persen dan sisanya oleh Astra International ini telah beroperasi di Indonesia lebih dari lima dekade.

TMMIN tidak hanya merakit kendaraan, tetapi juga memproduksi mesin dan berbagai komponen yang dikirim ke berbagai negara.

Saat ini TMMIN mengoperasikan lima fasilitas produksi di Indonesia, yakni di kawasan Sunter, Jakarta Utara dan di Karawang, Jawa Barat. Pabrik-pabrik tersebut mendukung produksi kendaraan utuh, mesin, komponen, hingga peralatan produksi.

Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor sekitar 3.151.794 unit kendaraan buatan dalam negeri ke berbagai negara.

Waspadai Dampak Konflik Global

Di tengah kinerja ekspor yang positif, TMMIN juga mewaspadai dampak konflik geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Konflik tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu proses pengiriman kendaraan ke sejumlah negara tujuan ekspor, terutama kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Nandi menegaskan bahwa hingga saat ini komitmen perusahaan dengan para importir belum mengalami perubahan.

“Sampai saat ini komitmen kami dengan importer tidak ada perubahan. Hanya saja logistik terganggu, sehingga produksi tetap berjalan normal sesuai pesanan, tetapi pengapalan menyesuaikan dengan situasi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo