DPR Usul Larangan Mudik Motor Lintas Provinsi Saat Lebaran, Minta Pemerintah Siapkan Transportasi Pengganti

Simetrisnews– Jelang Lebaran Idul Fitri, para pemudik biasanya menggunakan kendaraan apapun agar bisa sampai ke kampung halaman termasuk sepeda motor.

Namun, mudik menggunakan sepeda motor dengan jarak tempuh yang jauh dinilai berbahaya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Menteri Perhubungan untuk mengkaji larangan mudik menggunakan sepeda motor. Sebagai gantinya, pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor perlu difasilitasi dengan moda transportasi alternatif lain.

“Yang dalam temuan kita dari penyelenggaraan angkutan lebaran yang hampir 50 persen kecelakaan diakibatkan dari penggunaan sepeda motor ini, saya mohon dikaji ulang, apakah mungkin tahun ini diterapkan untuk tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor untuk mudik Lebaran. Terutama yang lintas provinsi,” kata Huda dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan, Kamis (19/2/2026) kemarin.

Anggota DPR Fraksi PKB itu menilai, minimal ada pembatasan lintas provinsi dilarang demi mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

“Oleh karena itu mungkin masih ada waktu, mohon untuk dikaji, terkait dengan pelarangan penggunaan sepeda motor roda dua ini untuk menjadi angkutan lebaran,” ujarnya.

Sebagai penggantinya, menurut Huda, perlu ada alternatif lain untuk mengakomodir pemudik yang menggunakan sepeda motor. Misalnya dengan menyediakan bus untuk pemudik.

“Diganti dengan berbagai skema yang sifatnya selama ini pengguna sepeda motor wajib terkonversi untuk misalnya disediakan bus dan seterusnya. Saya tidak tahu kebutuhannya berapa, tapi kelihatanya, Pak Menteri, ini mungkin bisa dimaksimalkan untuk berkoordinasi lintas kementerian, lintas lembaga, lintas sektor, supaya kebutuhan masyarakat yang tadinya menggunakan sepeda motor ini bisa dikonversi untuk difasilitasi pemerintah melalui angkutan lebaran yang lebih aman,” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, terkait mudik gratis pihaknya telah menyiapkan sejumlah program yaitu 401 bus ke 34 kota tujuan di 9 Provinsi, 50.000 penumpang kelas ekonomi pada angkutan laut, serta 28.182 penumpang untuk jalur kereta api Pulau Jawa lintas Utara, Tengah, dan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup