Dorong E20, Indonesia Sudah Produksi Mobil Bioetanol untuk Ekspor ke Brasil
Simetrisnews – Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mendorong percepatan penggunaan bahan bakar alternatif. Salah satu yang mulai disiapkan serius adalah bioetanol sebagai campuran bensin.
Baca Juga :
- Ketua KY Usul Sanksi ke Hakim Bersifat Final dan Mengikat dalam Revisi UU KY
- Menkeu Purbaya Buka Opsi Potong Gaji Menteri Demi Jaga Defisit APBN di Bawah 3%
- Menkeu Purbaya Awasi Ketat Belanja K/L, Ancam Tak Bayar Pengeluaran yang Tak Sesuai Kebutuhan
- Hujan Ekstrem Bikin Atap Gate 7 Terminal 3 Soetta Jebol, Operasional Kini Normal
- INACA Apresiasi Kebijakan Pemerintah Redam Dampak Lonjakan Harga Avtur dan Tiket Pesawat
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut Indonesia memasuki tahap baru pengembangan energi biofuel, termasuk kendaraan yang dapat menggunakan campuran etanol hingga 20 persen (E20).
“Dengan geopolitik memanas, Insya Allah kita akan percepat etanol 20 persen (E20),” ujarnya.
Mobil E20 Sudah Diproduksi di Dalam Negeri
Menurut Amran, kendaraan yang kompatibel dengan E20 sebenarnya sudah diproduksi di Indonesia oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Bahkan, mobil tersebut telah diekspor ke Brasil yang menerapkan standar campuran etanol lebih tinggi, yakni E27.
“Sekarang mobilnya sudah ada di Indonesia. Toyota produksi mobil untuk etanol E20. Diekspor ke Brasil E27. Tinggal dipakai,” katanya.
Hal ini menunjukkan kesiapan industri otomotif nasional dalam mendukung transisi energi berbasis bioetanol.
Pertamax Green Sudah E5
Saat ini, Indonesia telah memasarkan BBM campuran etanol melalui Pertamina Patra Niaga dengan produk Pertamax Green 95.
Pertamax Green 95 mengandung 5 persen bioetanol (E5) dan telah dipasarkan sekitar dua tahun. Bioetanol yang digunakan berasal dari tetes tebu (molase) produksi lokal, salah satunya dari pemasok di Mojokerto, Jawa Timur.
BBM ini merupakan campuran bensin fosil (gasoline) dengan etanol berbasis tanaman tebu, sebagai bagian dari pemanfaatan bahan baku nabati dalam negeri.
Potensi Besar Bioetanol Nasional
Amran menegaskan, bahan baku bioetanol Indonesia sangat melimpah, mulai dari tebu, ubi, hingga jagung. Dengan kesiapan kendaraan dan pasokan bahan baku, percepatan menuju E20 dinilai realistis untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM sekaligus menekan dampak gejolak harga minyak dunia.













