Bursa Saham Indonesia Pasca Lebaran: IHSG Berfluktuasi, Saham Emas Tertekan

Simetrisnews – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali aktif bertransaksi pada Rabu (25/3/2026) setelah libur panjang Idul Fitri, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan fluktuatif. Pada awal pembukaan, IHSG tercatat melemah 0,31% atau 22,22 poin ke level 7.084,62, namun kemudian mampu bangkit dan bergerak di zona positif hingga mencapai level 7.119 pada pukul 09.05 WIB, atau menguat sekitar 0,18% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sebelum libur, IHSG ditutup menguat 1,2% atau naik 84,55 poin ke level 7.106,83 pada Selasa (17/3). Namun secara year to date (YTD) sepanjang 2026, indeks ini masih terkoreksi sekitar 17,66%.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar

Sentimen pasar masih sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik global, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meskipun Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu lima hari kepada Iran, Iran membantah adanya kesepakatan tersebut, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.

Selain itu, pergerakan harga energi yang mulai stabil dan penguatan pasar saham global di AS serta Asia menjadi katalis positif awal bagi pasar domestik. Namun, para analis mengingatkan untuk tetap waspada terhadap risiko eksternal seperti lonjakan harga energi kembali atau kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang lebih ketat, yang berpotensi menekan IHSG dan menguji level support psikologis di angka 7.000.

Performa Sektor Tertentu

Sektor emas menjadi salah satu yang tertekan pada perdagangan hari ini. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,73% ke level Rp 3.610 pada pukul 09.30 WIB, seiring dengan penurunan harga emas global yang mencapai sekitar 18% selama libur lebaran. Pelemahan harga emas didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi dan ketegangan geopolitik, meskipun secara makro hal ini juga dianggap sebagai sinyal berkurangnya ketidakpastian dan kembalinya minat investor pada aset berisiko.

Analis dari Pilar Mas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai volatilitas pasar masih akan tinggi dan potensi koreksi IHSG lebih dominan dalam jangka pendek. Ia juga mengingatkan investor untuk waspada terhadap risiko dividend trap di musim pembagian dividen, di mana harga saham bisa turun setelah dividen dibagikan.

Rekomendasi Strategi Investasi

Hendra Wardana, pendiri Komunitas Republik Investor, menyarankan investor untuk menerapkan pendekatan buy on weakness, yaitu membeli secara bertahap saat harga melemah. Investor juga disarankan untuk fokus pada saham dengan katalis positif dari sisi kinerja, aksi korporasi, maupun sektor yang diuntungkan dari stabilisasi global seperti media, investasi, dan konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup