Bupati dan Wabup Lebak Berdamai, Fokus Utamakan Kepentingan Rakyat
Simetrisnews – Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati (Wabup) Amir Hamzah sepakat mengakhiri ketegangan dan menegaskan kembali komitmen untuk fokus bekerja bagi rakyat.
Kesepakatan perdamaian terjadi di rumah pribadi Amir Hamzah, Kampung Kapugeran, Rangkasbitung, Rabu (1/4/2026).
Hasbi hadir didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak dan menyatakan urusan personal dengan Wabup telah selesai.
“Atas nama pribadi dan Pak Wakil, kami menyatakan akan fokus bekerja untuk rakyat, menjaga stabilitas pemerintah. Apa yang terjadi kemarin, sudahlah berlalu,” ujar Hasbi.
“Urusan personal antara saya dan Pak Amir sudah selesai. Apa yang terjadi kemarin adalah waktu yang tidak bisa diulang,” tambahnya.
Hasbi juga mengakui kesalahan karena menyinggung masa lalu Amir, yang pernah menjadi narapidana kasus suap sengketa Pilkada 2013, dan berjanji memperbaiki komunikasi ke depan.
“Sebagai manusia saya bukan makhluk yang sempurna. Ke depan kami harus memperbaiki komunikasi, sikap, dan lainnya,” kata dia.
“Saya merasa beliau selain sebagai wakil bupati juga sebagai senior, orang tua. Insyaallah kami fokus bekerja untuk rakyat,” tambah Hasbi.
Kronologi Ketegangan
Ketegangan sebelumnya terjadi saat halalbihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026). Awalnya, Hasbi memberikan arahan kepada ASN terkait tugas dan fungsi sesuai peraturan. Namun, ia menyinggung Wabup Amir terkait pertemuan dengan kepala dinas yang dianggap melewati batas sesuai Pasal 66 UU ASN Nomor 20 Tahun 2023.
Selanjutnya, Hasbi menyinggung status masa lalu Amir sebagai mantan narapidana. Pernyataan itu memicu kekecewaan Wabup, yang merasa terhina di depan hadirin.
“Ketika dia (Hasbi) menyebut misalkan, si Amir mantan narapidana ‘uyuhan geus jadi wakil bupati geh’ (Masih mending mantan napi jadi wakil bupati juga). Nah itu kan penghinaan pribadi, makanya saya bangkit dari duduk mau sampaikan ke bupati jangan ngomong seperti itu,” ujar Amir.
Kesepakatan perdamaian menutup kontroversi ini, dan keduanya kini sepakat menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.













