Simetrisnews.com

BI Optimalkan Intervensi Saat Rupiah Tembus Rp17.078 per Dolar AS di Tengah Gejolak Global

Simetrisnews – Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini berada di kisaran Rp17.000 per dolar. Stabilitas kurs disebut menjadi prioritas utama bank sentral di tengah ketidakpastian global yang tinggi.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan seluruh instrumen operasi moneter akan dioptimalkan untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi BI. Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki dan juga kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujar Destry dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

BI memastikan intervensi dilakukan secara konsisten dan terukur, baik di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga komoditas. Kondisi ini dinilai memberi efek positif bagi perekonomian Indonesia sebagai negara eksportir, meski tetap memberi tekanan pada nilai tukar.

“Posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” tambah Destry.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.14 WIB, dolar AS berada di level Rp17.078, naik 43 poin atau 0,25% dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

Exit mobile version