BEI Pertanyakan Arah Bisnis Bukalapak Usai Tutup Marketplace, Fokus Beralih ke Segmen Gim
Simetrisnews – Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan arah bisnis PT Bukalapak.com Tbk setelah perseroan resmi menutup layanan marketplace. Langkah tersebut dinilai berdampak karena banyak pihak yang sebelumnya bergantung pada ekosistem marketplace Bukalapak.
Menanggapi hal itu, Bukalapak menegaskan fokus bisnisnya kini bergeser ke layanan virtual, khususnya segmen gim. Berdasarkan keterbukaan informasi, ekosistem gim Bukalapak menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal III 2025 dan menjadi salah satu pilar utama penopang kinerja perseroan.
Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, menyebut produk dan layanan gaming mencatatkan tren pertumbuhan yang solid. “Produk dan layanan gaming mencatatkan tren pertumbuhan yang baik, yang tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi serta perluasan basis pengguna. Segmen ini juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan,” ujarnya, dikutip Rabu (18/2/2026).
Sepanjang 2025, pendapatan utama Bukalapak berasal dari layanan top-up mata uang virtual gim, penjualan voucher gim, serta voucher digital untuk layanan streaming. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya konsumsi konten digital dan pergeseran transaksi ke platform daring.
Pada 2026, Bukalapak menargetkan segmen gim mampu meningkatkan profitabilitas dan kualitas pendapatan melalui ekspansi pasar, penambahan variasi produk, serta kerja sama dengan mitra strategis. Perseroan juga memperkuat jaringan distribusi, pengelolaan portofolio produk, dan kapabilitas teknologi.
“Dengan strategi tersebut, Perseroan memandang segmen gaming akan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja usaha Perseroan pada tahun 2026,” pungkas Fika.
Baca Juga :













