Banding Malaysia Ditolak CAS, FAM Tetap Kena Denda Rp7,3 Miliar dalam Skandal Naturalisasi
Simetrisnews – Banding yang diajukan Football Association of Malaysia (FAM) ke Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait kasus skandal naturalisasi pemain resmi ditolak. Keputusan tersebut membuat federasi sepak bola Malaysia harus menerima sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA.
Kasus ini bermula dari temuan pelanggaran administrasi dalam proses naturalisasi sejumlah pemain yang memperkuat tim nasional Malaysia pada tahun lalu. Investigasi menyebut adanya manipulasi dokumen dalam proses tersebut.
Tujuh pemain yang terseret dalam kasus ini adalah Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, serta Héctor Hevel.
Dalam keputusan akhirnya, CAS tidak mengubah hukuman yang diberikan kepada FAM. Federasi tersebut tetap dijatuhi denda sebesar 350 ribu Franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar. Selain itu, sejumlah hasil pertandingan uji coba dalam agenda FIFA Matchday juga dibatalkan.
Sementara itu, tujuh pemain yang terlibat sebelumnya dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di pertandingan resmi selama 12 bulan serta denda masing-masing sebesar 2.000 Franc Swiss.
Namun dalam putusan terbaru, CAS memberikan sedikit keringanan bagi para pemain. Mereka tetap dilarang tampil dalam pertandingan resmi selama delapan bulan, tetapi diperbolehkan menjalani aktivitas lain seperti berlatih bersama klub.
FAM pun merespons keputusan tersebut dengan menyatakan kekecewaannya melalui pernyataan resmi.
“Federasi Sepak Bola Malaysia mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima keputusan akhir dari CAS terkait banding yang diajukan oleh FAM dan tujuh pemain,” tulis pernyataan resmi FAM.
“Banding yang diajukan FAM ditolak. Namun banding para pemain dikabulkan sebagian dengan pengurangan masa hukuman, meskipun mereka tetap dilarang bertanding selama delapan bulan ke depan.”
FAM menilai sanksi yang dijatuhkan tidak sepenuhnya proporsional jika dibandingkan dengan beberapa kasus serupa yang pernah diputus sebelumnya oleh CAS. Meski demikian, federasi menyatakan tetap menghormati yurisdiksi lembaga arbitrase olahraga tersebut.
FAM juga mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan internal selama proses naturalisasi berlangsung. Saat ini, investigasi oleh otoritas pemerintah Malaysia bersama FIFA disebut masih berjalan.
“Sepanjang proses ini, FAM telah menerima tanggung jawab atas segala kekurangan dalam pengawasannya. FAM akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan semua pihak berwenang yang relevan,” lanjut pernyataan tersebut.
Federasi juga menyampaikan simpati kepada para pemain yang terkena dampak keputusan tersebut.
“Keputusan ini sangat mengecewakan, terutama bagi para pemain. Mereka tidak terlibat dalam proses administrasi dan sama sekali tidak mengetahui persoalan administratif tersebut. Semua pemain adalah warga negara Malaysia yang status kewarganegaraannya diberikan sesuai dengan hukum Malaysia.”
Di akhir pernyataannya, FAM mengucapkan terima kasih kepada para pendukung tim nasional Malaysia yang tetap memberikan dukungan selama masa sulit ini.

















Tinggalkan Balasan