Simetrisnews.com

Balita Meninggal Usai Dugaan Keracunan MBG di Cianjur, Dinkes Tunggu Hasil Lab

Foto: Illustrasi

Foto: Illustrasi

Simetrisnews — Misteri penyebab meninggalnya balita berinisial MAB (2) di Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, masih dalam penyelidikan medis. Kasus ini mencuat setelah puluhan warga, mayoritas ibu dan balita, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Tim medis masih menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar diagnosis.

“Penyebab pastinya belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah ini murni karena makanan atau ada faktor lain,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Data Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya 63 orang mengalami gejala serupa seperti mual, lemas, dan gangguan pencernaan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas, klinik, maupun fasilitas kesehatan setempat.

Pengawasan lanjutan juga dilakukan tenaga kesehatan di tingkat desa, terutama bagi pasien yang telah dipulangkan, untuk mengantisipasi gejala lanjutan pascakejadian.

Direktur RSUD Pagelaran, Irfan Nur Fauzi, menjelaskan MAB dirujuk dari Puskesmas Leles dalam kondisi kritis. Saat tiba di IGD, pasien menunjukkan tanda tidak stabil seperti lemas, pusing, serta pembengkakan pada tangan dan kaki.

“Kondisi pasien saat datang sudah tidak stabil. Kami langsung melakukan penanganan intensif di IGD selama kurang lebih 12 jam,” jelasnya.

Meski telah mendapat perawatan maksimal, nyawa korban tidak tertolong. Diagnosis awal menyebutkan balita meninggal akibat syok septik yang diduga berkaitan dengan riwayat diare sebelumnya.

Pemerintah daerah bersama tenaga medis kini fokus menelusuri sumber penyebab kejadian, termasuk kemungkinan kontaminasi makanan maupun faktor kesehatan individu. Sebagian besar korban telah pulih, meski masih ada beberapa balita yang menjalani perawatan di puskesmas.

Dinas Kesehatan memastikan hasil uji laboratorium akan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi.

Baca Berita selengkapnya di Simetrisnews.com

Exit mobile version