Bahlil Tegaskan Belum Ada Pembatasan BBM, Minta Warga Tak Panic Buying
Simetrisnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum mengambil kebijakan pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas.
Hal itu disampaikan Bahlil saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU Colomadu, Kamis (26/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia justru mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa tolong kita memakai energi dengan bijak. Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat mengganggu distribusi energi.
“Kalau satu hari cukup 30 liter, 40 liter, itu cukup. Tidak usah ada rasa panic buying, tidak perlu ada. Jadi pakailah dengan secukupnya,” pintanya.
Bahlil juga menyoroti praktik antrean kendaraan, terutama truk, yang membeli BBM dalam jumlah besar bukan untuk operasional, melainkan untuk dijual kembali. Menurutnya, praktik semacam ini dapat mengganggu pasokan energi bagi masyarakat luas.
“Jangan sampai masih ada yang ngantri di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk, padahal isinya bukan untuk ngangkut, tetapi itu habis itu diantre, habis itu dijual lagi,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Saya tinjau terus lapangan. Dalam kondisi seperti ini, kita harus sama-sama bijak menghadapi krisis global yang ada,” tutup Bahlil.












