AS Klaim Kapal Selamnya Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia
Simetrisnews – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengklaim kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di Samudra Hindia. Ia menyebut kapal tersebut dihantam torpedo saat berada di perairan internasional.
“Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo,” ujar Hegseth, tanpa merinci nama kapal yang dimaksud.
Sebelumnya, Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan kapal Angkatan Laut Iran IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia. Sebanyak 32 awak berhasil diselamatkan, sementara sekitar 140 lainnya dilaporkan hilang dari total 180 orang di atas kapal.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Budhika Sampath, mengatakan pihaknya menerima panggilan darurat dan menemukan korban terapung di laut. Ia menegaskan lokasi kejadian masih termasuk zona pencarian dan penyelamatan Sri Lanka sesuai kewajiban internasional. Namun, otoritas Sri Lanka menyatakan belum dapat memastikan penyebab tenggelamnya kapal dan menolak laporan bahwa insiden dipicu serangan kapal selam.
Pernyataan Hegseth muncul di tengah eskalasi konflik setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan melancarkan operasi militer besar terhadap Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Trump menyebut langkah tersebut sebagai “kesempatan terakhir dan terbaik” menghentikan rezim Iran.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan bahwa “serangan terberat” terhadap Iran masih akan datang, tanpa merinci strategi taktis Washington.
Ketegangan juga meluas ke Selat Hormuz setelah penasihat IRGC, Ebrahim Jabbari, mengancam akan “membakar” kapal-kapal yang melintas di jalur vital tersebut. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati selat itu.
Sementara itu, konflik regional kian memanas. Serangan drone menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dan Iran meluncurkan rudal ke sejumlah titik di Israel, termasuk Kota Beit Shemesh yang dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang.
Di Lebanon, kelompok Hizbullah dan militer Israel saling meluncurkan roket, menambah daftar korban sipil di kedua belah pihak. Situasi ini memperluas dampak konflik ke berbagai negara Timur Tengah dan memicu gangguan pada sektor energi global.
















Tinggalkan Balasan