Airlangga: Harga BBM Subsidi Belum Naik, Pemerintah Masih Pantau Dampak Perang

Simetrisnews – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia melonjak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Belum (belum ada rencana menaikkan harga BBM subsidi). Kan APBN kita kemarin di US$ 70 dolar ICP, jadi kita tunggu aja,” kata Airlangga di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, asumsi harga minyak dalam APBN masih mengacu pada US$ 70 per barel. Sementara itu, harga minyak dunia naik dari sekitar US$ 60 menjadi US$ 78 per barel akibat perang yang berkepanjangan.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi ketidakpastian global. Durasi konflik disebut sulit diprediksi, bisa berlangsung tiga bulan, enam bulan, atau bahkan lebih lama.

Airlangga menambahkan, Indonesia pernah menghadapi situasi serupa saat perang Rusia-Ukraina. Kala itu, lonjakan harga minyak berdampak pada subsidi, namun kenaikan harga komoditas turut meningkatkan penerimaan negara.

“Pemerintah sudah siapkan bahwa subsidi kita lanjutkan dan APBN sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tapi di lain pihak ada kenaikan tambahan penerimaan kalau komoditas itu naik,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah gejolak global.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo