Pangsa Pasar LCGC Turun, Toyota Sebut Daya Beli Kelas Menengah Jadi Kunci 2026
Simetrisnews – Segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi kontributor penting penjualan mobil nasional. Model seperti Toyota Agya dan kompetitornya selama ini menyumbang sekitar seperlima total penjualan mobil di Indonesia karena harga yang relatif terjangkau, mayoritas di bawah Rp200 juta.
Namun tren penjualannya menunjukkan penurunan. Jika pada 2024 pangsa pasar LCGC berada di kisaran 20,1 persen, maka pada 2025 turun menjadi 15,7 persen. Total penjualan lima model LCGC tahun lalu tercatat sekitar 130.799 unit, tidak mencapai 150 ribu unit.
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, menyebut penjualan LCGC sangat bergantung pada daya beli kelas menengah, yang merupakan mayoritas konsumen di segmen ini.
“Segmen menengah ini yang paling hari ini cukup tertekan. Kalau kita melihat demand structure, segmen menengah ini terutama banyak pembeli LCGC. Kita berharap dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen dan pemerataannya bisa lebih baik, daya beli meningkat, LCGC juga meningkat,” ujarnya.
Menurut Ernando, persoalan utama lesunya penjualan LCGC memang terletak pada melemahnya daya beli. Meski begitu, kontribusi LCGC dinilai masih cukup signifikan bagi pasar otomotif nasional.
Ia berharap ada dukungan lintas pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, untuk memperkuat konsumsi masyarakat kelas menengah. Dengan daya beli yang pulih, produksi dan penjualan LCGC diyakini ikut terdongkrak.
“Concern utamanya bagaimana bersama semua stakeholder, termasuk support dari pemerintah, konsumsi bisa lebih kuat, produksi juga lebih baik. Dengan produksi yang baik, multiplier effect-nya juga akan lebih baik,” pungkasnya.













