Ali Larijani Tewas dalam Serangan AS-Israel, Tokoh Kunci Keamanan Iran Gugur

Simetrisnews – Tokoh keamanan sekaligus politikus senior Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Republik Islam tersebut. Larijani disebut menjadi target serangan saat tengah mengunjungi putrinya.

Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (18/3/2026), Larijani merupakan salah satu figur paling berpengaruh di Iran. Ia dikenal sebagai arsitek kebijakan keamanan negara serta penasihat dekat Ayatollah Ali Khamenei hingga wafatnya pemimpin tertinggi tersebut dalam serangan udara sebelumnya.

Larijani, yang berusia 67 tahun, tewas akibat serangan udara di kawasan pinggiran timur Teheran. Informasi ini pertama kali disampaikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga telah mengonfirmasi kematian Larijani dalam serangan yang dilakukan pihaknya.

Sebagai bagian dari keluarga ulama terkemuka pasca Revolusi Islam 1979, Larijani dikenal sebagai sosok pragmatis namun tetap teguh mempertahankan sistem pemerintahan teokratis Iran.

Kariernya terbilang panjang, mulai dari komandan Korps Garda Revolusi saat Perang Iran-Irak, hingga menjabat sebagai kepala lembaga penyiaran nasional dan Ketua Parlemen selama lebih dari satu dekade. Ia juga pernah memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Dalam perannya sebagai orang kepercayaan Khamenei, Larijani terlibat dalam berbagai isu strategis, termasuk negosiasi nuklir dengan negara-negara Barat serta pengelolaan hubungan regional Iran.

Meski dikenal lebih moderat dibandingkan tokoh garis keras lainnya, Larijani tetap dikaitkan dengan penanganan keras terhadap gelombang protes dalam negeri. Tindakan tersebut bahkan berujung pada sanksi dari Amerika Serikat.

Setelah serangan AS-Israel dimulai pada akhir Februari lalu, Larijani menjadi salah satu pejabat pertama yang bersuara keras, menuduh pihak asing berupaya menghancurkan Iran serta memperingatkan keras potensi aksi protes di dalam negeri.

Kematian Larijani dinilai akan berdampak besar terhadap dinamika politik Iran, terutama di tengah perebutan pengaruh pasca wafatnya Khamenei. Peran elite politik sipil diperkirakan semakin menyusut seiring menguatnya dominasi militer, khususnya Garda Revolusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup