Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus US$130 Miliar pada 2026, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Simetrisnews – Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai lebih dari US$130 miliar pada 2026, dengan tingkat penetrasi internet sekitar 79,5% dari total populasi.
Pertumbuhan transaksi digital juga mengalami peningkatan pesat. Pada Januari 2026, transaksi pembayaran digital tercatat melampaui 4,7 miliar transaksi atau tumbuh hampir 40% secara tahunan (year-on-year).
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Ali Murtopo Simbolon, mengatakan perkembangan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama investasi digital di Asia Tenggara.
“Perkembangan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi digital utama di Asia Tenggara, dengan aliran investasi yang terus meningkat pada sektor teknologi dan infrastruktur digital,” ujar Ali dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital agar transformasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dapat memberikan dampak optimal bagi perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali dalam acara soft launching ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital Award beberapa waktu lalu.
Penguatan ekonomi digital serta pengembangan teknologi mutakhir seperti AI dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi industri, dan daya saing ekonomi nasional di tingkat global.
Dalam kerangka tersebut, AI diposisikan sebagai salah satu new engine of growth yang mampu mempercepat transformasi berbagai sektor ekonomi.
Teknologi AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi dunia usaha, tetapi juga membuka peluang model bisnis baru, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital yang lebih dinamis dan berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Perekonomian bekerja sama dengan Asian Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) akan menggelar ASOCIO Digital AI Summit 2026 pada 29-31 Juli 2026 di Jakarta.
Forum ini akan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri teknologi, akademisi, hingga inovator untuk memperkuat kerja sama regional dalam pengembangan kecerdasan buatan dan ekonomi digital di kawasan Asia dan Oseania.
Mengusung tema Hybrid Intelligence Unbound: Reimagining Innovation, Infrastructure and Regional Sovereignty, forum tersebut akan membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya transformasi digital dan adopsi AI untuk pembangunan nasional dan regional. Penguatan tata kelola serta etika teknologi AI, pembangunan infrastruktur digital yang inklusif, peningkatan keterlibatan UMKM dalam ekosistem digital, hingga penguatan investasi teknologi di kawasan.
Secara regional, penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 di Indonesia diharapkan menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi antarnegara Asia-Oceania dalam pengembangan teknologi digital, inovasi AI, serta penguatan ekosistem talenta teknologi.
Forum ini juga diharapkan mampu memperluas peluang investasi digital, meningkatkan konektivitas bisnis lintas negara, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung inklusi sosial, efisiensi industri, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Sebagai tuan rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026, Indonesia ingin menjadikan forum ini sebagai fondasi bagi perkembangan AI di masa depan.
Pemerintah berharap pemanfaatan AI dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat melalui mesin pertumbuhan baru yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni ekonomi digital, industri semikonduktor, dan pemanfaatan teknologi canggih untuk meningkatkan daya saing industri nasional,” kata Ali.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso, Chairman ASOCIO Stan Singh-Jit, Chairman Organizing Committee Karim Taslim, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pelaku usaha teknologi informasi dan komunikasi, serta media nasional.












