DPR Optimis Haji 2026 Tetap Berjalan di Tengah Panasnya Konflik Timur Tengah
Simetrisnews – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menyatakan optimistis pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski konflik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.
Abidin menegaskan hingga saat ini belum ada indikasi bahwa konflik tersebut akan berdampak langsung pada wilayah suci di Makkah dan Madinah.
“Kami di Komisi VIII terus mengawal persiapan haji 2026 secara menyeluruh, termasuk aspek regulasi, teknis, dan pembiayaan. Masyarakat diminta tetap tenang karena belum ada indikasi konflik akan mengganggu wilayah suci Makkah dan Madinah.” Kata Abidin kepada wartawan, Rabu (1/3/2026).
Menurutnya, sejauh ini belum ada maklumat atau kebijakan dari otoritas Arab Saudi yang membatasi pelaksanaan ibadah haji seperti yang pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi guna memastikan informasi yang jelas bagi para calon jemaah.
“Pemerintah memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan, sambil menjaga agar pelayanan jemaah tetap optimal tanpa mengurangi kuota atau kualitas,” ujar Abidin.
Ia menambahkan Komisi VIII DPR berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dapat berjalan aman, nyaman, serta memberikan peningkatan layanan bagi jemaah Indonesia.
Sebelumnya. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfa. Juga menyampaikan bahwa persiapan haji 2026 masih berjalan sesuai jadwal.
“Sampai hari ini kita persiapan tetap jalan. Teman-teman Saudi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga berkomunikasi bahwa persiapan kita bagus. Mereka di sana juga menyiapkan semuanya dengan baik,” kata Gus Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan situasi di Tanah Suci saat ini masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut.
“Hari ini masih sesuai jadwal. Belum ada perubahan. Mudah-mudahan semua tetap berjalan baik,” ujarnya.













