THR 2026 Diprediksi Dongkrak Perputaran Uang Rp179 Triliun
Simetrisnews – Pemerintah memperkirakan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta akan mendorong perputaran uang di masyarakat hingga mencapai sekitar Rp179,22 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari pembayaran THR bagi ASN, TNI, Polri hingga pekerja swasta dan pengemudi ojek online.
Menurut Airlangga, pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri.
“Yang paling penting THR sudah diumumkan. Untuk ASN, TNI, dan Polri itu sekitar Rp55 triliun,” ujar Airlangga di kawasan Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
THR Pekerja Swasta Capai Rp124 Triliun
Selain dari sektor pemerintah, jumlah dana THR dari sektor swasta diperkirakan jauh lebih besar.
Berdasarkan perhitungan pemerintah yang mengacu pada data BPJS Ketenagakerjaan, nilai pembayaran THR bagi pekerja swasta diperkirakan mencapai sekitar Rp124 triliun.
“Untuk swasta juga kami hitung berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan. Dengan rata-rata perhitungan, kemungkinan akan dikeluarkan sekitar Rp124 triliun,” jelas Airlangga.
Ojol Juga Terima Bonus Hari Raya
Di luar itu, perusahaan platform transportasi online juga akan menyalurkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojek online (ojol).
Nilai bonus yang diperkirakan beredar dari sektor tersebut mencapai sekitar Rp220 miliar.
“Nah kemudian juga untuk pengemudi ojol. THR juga dari para pemain atau perusahaan transportasi online sekitar Rp220 miliar. Jadi sebenarnya dana yang digelontorkan cukup besar,” tambah Airlangga.
Dengan total dana yang mencapai sekitar Rp179,22 triliun, pemerintah optimistis pencairan THR akan memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga dan mendorong aktivitas ekonomi menjelang Hari Raya.
Peningkatan perputaran uang tersebut diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026.













