Mancanegara

Konflik AS-Israel dan Iran Ganggu Perjalanan Umrah, Sejumlah Jemaah Indonesia Tertahan di Jeddah

Simetrisnews – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah berdampak pada perjalanan ibadah umrah. Sejumlah maskapai menghentikan penerbangan karena rute yang dilalui berada di wilayah konflik.
Akibatnya, sebagian jemaah umrah asal Indonesia tidak dapat berangkat menuju Arab Saudi. Bahkan, ada jemaah yang sudah berada di Jeddah namun belum dapat kembali ke Tanah Air.

Ketua Harian Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Asphirasi), Muhammad Fadhli Abdurrahman, mengatakan situasi tersebut cukup berdampak bagi perjalanan umrah. Meski begitu, beberapa maskapai masih tetap melayani penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi.
“Yang berangkat itu alhamdulillah beberapa maskapai masih bisa beroperasi salah satunya Saudia, Garuda Indonesia, Lion Air, Hainan Airlines, Ethiopian Airlines, dan Oman Air. Itu masih bisa terbang dari Indonesia ke Arab Saudi,” ujar Fadhli, Jumat (6/3/2026).

Namun, sejumlah maskapai lainnya menghentikan penerbangan sementara karena rute penerbangan melewati wilayah konflik. Maskapai yang menangguhkan penerbangan antara lain Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, Malaysia Airlines, dan Scoot dari Singapura.
Fadhli menjelaskan kondisi ini membuat sejumlah jemaah tertahan di Jeddah karena menggunakan maskapai yang penerbangannya disuspensi.

“Beberapa jemaah masih berada di Jeddah dan tidak bisa pulang karena memakai maskapai yang disuspensi seperti Emirates, Etihad, Qatar, Malaysia Airlines, dan Scoot. Mereka diinapkan di hotel Jeddah bahkan sudah ada yang sampai berhari-hari belum bisa pulang,” katanya.
Ia menyebut situasi ini termasuk kondisi force majeure akibat konflik bersenjata. Karena itu, pihak travel diminta segera bermusyawarah dengan jemaah untuk mencari solusi terbaik.
Menurutnya, jika memungkinkan jemaah tetap berangkat, perjalanan bisa menggunakan maskapai yang masih beroperasi seperti Saudia, Garuda Indonesia, atau Lion Air.

Fadhli juga mengingatkan agar keputusan diambil secepat mungkin karena hotel di Arab Saudi umumnya tidak menyediakan pengembalian dana bagi pemesanan yang tidak digunakan.
“Hotel di Saudi tidak bisa refund, tidak bisa reschedule, dan tidak bisa amendment. Kalau jemaah tidak sampai maka hotelnya hangus,” jelasnya.

Bagi jemaah yang saat ini tertahan di Jeddah, ia menyarankan untuk membeli tiket penerbangan lain yang masih beroperasi agar bisa segera kembali ke Indonesia.
“Lebih baik membeli tiket one way dari Jeddah ke Indonesia dengan maskapai yang masih beroperasi seperti Garuda, Saudia, atau Lion supaya jemaah bisa segera pulang,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo