15 Hari Jelang Lebaran, Ini Tips Mudik Aman dari Pakar Defensive Driving
Simetrisnews — Sekitar 15 hari menjelang Idul Fitri, jutaan masyarakat Indonesia mulai bersiap menjalani tradisi mudik ke kampung halaman. Perjalanan jarak jauh, baik menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, maupun angkutan umum, menuntut kondisi fisik prima agar tetap aman dan nyaman hingga tiba di tujuan.
Chief Trainer Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menekankan bahwa keselamatan mudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan tubuh pengendara dan penumpang.
Pertama, asupan makanan harus diperhatikan. Menurut Sony, perjalanan panjang menguras energi, terlebih bagi pemudik yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Tubuh membutuhkan asupan karbohidrat yang cukup dan teratur untuk menjaga stamina serta konsentrasi. Ia menyarankan konsumsi camilan ringan setiap dua jam sekali guna menjaga kadar energi tetap stabil.
Kedua, hindari konsumsi kafein berlebihan sebelum dan selama perjalanan. Kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam tubuh justru bisa memicu kelelahan lebih cepat. Sebagai alternatif, pemudik disarankan mengonsumsi minuman sederhana seperti air putih dengan perasan lemon untuk membantu menjaga kesegaran tubuh tanpa efek samping berlebihan.
Ketiga, istirahat cukup menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan. Sony mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri berkendara lebih dari empat jam atau menempuh jarak lebih dari 150 kilometer tanpa jeda. Kurangnya istirahat dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Ia menegaskan, mudik bukan sekadar soal sampai tujuan, tetapi memastikan seluruh anggota keluarga tiba dengan selamat. “Jangan paksakan kondisi tubuh. Kenali batas kemampuan diri saat berkendara,” ujarnya.













