Masjid Jamkaran di Qom: Sejarah, Arsitektur, hingga Pengibaran Bendera Merah

Simetrisnews – Masjid Jamkaran menjadi salah satu situs religius yang dikenal luas di kalangan Syiah. Masjid yang berada di Qom, Iranini diyakini dibangun atas petunjuk Imam Mahdi melalui peristiwa yang dialami Hasan bin Muthlih Jamkarani pada abad ke-10 Masehi.

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah Masjid Jamkaran dan seperti apa kisah asal usul berdirinya? Berikut ulasannya.

Masjid Jamkaran Dibangun Atas Petunjuk Imam Mahdi

Masjid Jamkaran yang terletak di pinggiran Qom, Iran, bukan sekadar masjid biasa, melainkan tempat ziarah penting dalam tradisi Syiah yang memiliki sejarah panjang dan penuh makna spiritual. Mengutip situs Ahlul Bayt DILP, salah satu kisah yang paling dikenal tentang masjid ini adalah bahwa pembangunannya diyakini terjadi atas petunjuk langsung dari Imam Mahdi, sosok imam ke-12 yang diyakini akan datang di akhir zaman.

Menurut catatan sejarah dalam tradisi tersebut, peristiwa itu bermula ketika seorang tokoh bernama Hasan bin Muthlih Jamkarani, ulama terkemuka pada abad ke-10, mengalami mimpi tentang Imam Mahdi saat tidur di rumahnya di Desa Jamkaran. Dalam mimpi itu, ia diperintahkan untuk menyiapkan lahan suci untuk dibangun sebuah masjid sebagai tempat ibadah dan ziarah.

“Saya sedang tidur pada Selasa malam pada hari ke-17 bulan Ramadan 393 Hijriah. Dalam mimpi selepas tengah malam itu, sekelompok orang datang ke rumah dan membangunkanku. Mereka menyuruhku untuk mentaati perintah Imam Mahdi,” ujar Shaikh Hassan.

Tak lama setelah mimpi tersebut, pembangunan Masjid Jamkaran pun dimulai sekitar tahun 1002-1003 Masehi di lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian. Lahan itu kemudian dibebaskan dari pengolahan komersial dan dialihkan sepenuhnya untuk pembangunan masjid dengan bantuan pemilik tanah saat itu, sehingga kompleks masjid pun berdiri sampai sekarang.

Masjid Jamkaran Masih Berdiri Hingga Saat Ini
Seiring berjalannya waktu, Masjid Jamkaran berkembang menjadi kompleks besar yang tidak hanya dipakai untuk ibadah sehari-hari, tetapi juga menjadi tujuan ziarah bagi jutaan peziarah setiap tahunnya.

Di luar bangunan utama, terdapat pula sumur yang dikenal sebagai “Sumur Permintaan”, yaitu tempat peziarah melemparkan doa atau harapan ke dalamnya sebagai simbol permohonan kepada Imam Mahdi, meskipun kegiatan ini tentu tidak disarankan oleh sejumlah pemimpin agama.

Hingga kini, Masjid Jamkaran terus mengalami renovasi dan perluasan untuk menampung jumlah pengunjung yang besar. Masjid ini memiliki beberapa aula yang digunakan untuk peringatan khas Muslim Syiah yang disebut Hussainias, hotel, dan pasar. Masjid ini akhirnya tak hanya menjadi pusat keagamaan tetapi juga simbol kebersamaan umat dalam tradisi Syiah.

Keindahan Arsitektur Masjid Jamkaran
Dikutip situs Eavar Travel, disebutkan bahwa masjid Jamkaran disebut sebagai salah satu keajaiban arsitektur Islam. Bangunannya menggabungkan gaya tradisional Persia dengan beberapa sentuhan modern sehingga terlihat indah sekaligus membangkitkan rasa spiritual.

Masjid ini memiliki halaman luas, ruang salat besar, dan hiasan yang rumit, yang semuanya mencerminkan kekayaan budaya Iran dan Islam.

Masjid dihiasi dengan kubah dan menara. Kubah utama berwarna biru pirus, berdiri megah di tengah, melambangkan surga dan keilahian. Menara-menara tinggi dihiasi pola geometris dan ayat-ayat Al-Quran, berfungsi sebagai penanda waktu salat dan simbol iman.

Bagian dalam masjid juga luas, dapat menampung ribuan jamaah. Ruang salat utama tenang, dengan langit-langit tinggi dan lampu gantung yang memancarkan cahaya lembut. Dinding dan langit-langit dihiasi ubin mosaik dan ukiran plesterdengan motif bunga serta ayat Al-Quran, menciptakan suasana hening dan khusyuk.

Setiap bagian masjid punya makna simbolis. Warna biru dan pirus melambangkan kedamaian dan ketenangan spiritual. Kaligrafi dan desain geometris mewakili keagungan ciptaan Allah. Bagian mihrab, ceruk yang menunjukkan arah Mekah, dihiasi indah dan menjadi pusat spiritual tempat imam memimpin salat.

Tak heran jika masjid ini terus didatangi oleh pengunjung dari berbagai dunia yang terus bertambah setiap tahunnya.

Alasan Bendera Merah Dikibarkan di Masjid Jamkaran
Setelah membahas sejarah dan keindahan Masjid Jamkaran, ada kabar terbaru yang membuat masjid ini kembali menjadi sorotan. Pada awal Maret 2026, Iran mengibarkan bendera merah di atas kubah Masjid Jamkaran, yang dikenal sebagai tempat ziarah Syiah di kota suci Qom.

Pengibaran bendera merah ini terjadi setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Dalam unggahan akun Masjid Jamkaran dilihat, Senin (2/3/2026), disebutkan bahwa pengibaran bendera merah Iran dilakukan di tengah prosesi pemakaman Khamenei.

Bendera merah itu menjadi simbol pembalasan terhadap AS dan Israel. Seperti tertulis dalam akun Instagram resmi masjid @Jamkaran_ir.

“Pengibaran bendera ‘Ya Lazarat al-Hussein’ di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran dalam mencari darah dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis,” jelas keterangan unggahan tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan Israel dan AS di Iran pada Sabtu (28/2).

“Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP.

Pada Minggu (1/3), Iran juga mengonfirmasi kematian Khamenei dan mengumumkan masa berkabung selama 40 hari. Peristiwa ini menunjukkan bahwa selain menjadi pusat ibadah dan ziarah, Masjid Jamkaran juga menjadi simbol penting dalam konteks sejarah dan politik bagi komunitas Syiah di Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: Halo