Kereta Ekonomi Kerakyatan Laris Manis, KAI Catat Okupansi 58 Persen

Simetrisnews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Sejak mulai dijual pada 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Layanan ini menjadi salah satu pilihan favorit dengan tarif terjangkau.

Hingga 2 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Sebanyak 15.976 tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan telah dipesan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk. Tingkat okupansi pun mencapai 58 persen hanya dalam enam hari penjualan.

Okupansi Arus Balik Tembus 100 Persen

Pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian bahkan melampaui 100 persen per hari perjalanan. Hal ini terjadi akibat pola naik-turun penumpang di sepanjang lintas relasi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran bagi masyarakat.

“Layanan ini menjadi alternatif yang diminati, khususnya bagi pelanggan yang mengutamakan efisiensi biaya dan kepastian jadwal. Kami melihat respons yang sangat positif sejak penjualan dibuka,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Lebih dari 2 Juta Tiket Lebaran Terjual

Secara keseluruhan, penjualan Angkutan Lebaran 2026 hingga 2 Maret 2026 telah mencapai 2.013.992 tiket dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan, atau setara okupansi 44,8 persen. Artinya, masih tersedia sekitar 2,48 juta kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Khusus Kereta Api Jarak Jauh, tingkat okupansi sudah menyentuh 55,2 persen. Sementara itu, KA Lokal diproyeksikan terus meningkat seiring pola pemesanan yang umumnya dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan.

KAI melihat tren perjalanan Lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan bertahap pada periode pra-Lebaran dan diprediksi semakin menguat saat arus balik.

Beberapa tanggal setelah Lebaran juga masih memiliki tingkat keterisian relatif rendah, sehingga pelanggan tetap memiliki fleksibilitas menentukan jadwal perjalanan.

Dengan kapasitas yang masih cukup besar, KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal serta mempertimbangkan alternatif relasi maupun skema connecting train agar mendapatkan jadwal sesuai kebutuhan.

KAI menegaskan kesiapan operasional dari sisi sarana, prasarana, hingga pelayanan pelanggan terus diperkuat agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Sekaligus menghadirkan transportasi yang inklusif dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup