MUI Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Keluar dari BoP
Simetrisnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang memicu ketegangan serius di kawasan Timur Tengah. MUI juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Pernyataan resmi tersebut ditandatangani langsung Ketua MUI, Anwar Iskandar, dan memuat sembilan poin sikap organisasi.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, membenarkan bahwa pernyataan itu merupakan sikap resmi lembaga.
“Tadi kita rumuskan dan difinalisasi sebagai sikap resmi organisasi,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Duka dan Kecaman
Dalam poin pertama, MUI menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei akibat serangan Israel–AS pada 28 Februari 2026.
“MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei… Kita menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sebagai syuhada, kita doakan semoga menjadi penghuni surga,” bunyi pernyataan tersebut.
MUI menilai serangan yang dilakukan Israel dengan dukungan AS bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan semangat Pembukaan UUD 1945 tentang ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Soroti Eskalasi dan Hukum Internasional
MUI menyebut eskalasi militer antara Israel, AS, dan Iran berpotensi menyeret Timur Tengah ke konflik terbuka yang lebih luas. Organisasi ini menilai semua negara memiliki tanggung jawab menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil.
Dalam konteks hukum internasional, MUI menyinggung Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB yang melarang ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial negara lain.
Selain itu, MUI menduga terdapat motif strategis di balik serangan tersebut, termasuk upaya melemahkan posisi Iran di kawasan serta membatasi dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Desak Indonesia Keluar dari BoP
MUI juga menyoroti peran Amerika Serikat dalam konflik Palestina melalui Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.
Menurut MUI, efektivitas BoP dalam mewujudkan perdamaian sejati dipertanyakan. Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaan dari BoP.
“MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina,” tegas pernyataan tersebut.
Seruan Untuk Umat dan Dunia Internasional
Dalam poin lainnya, MUI:
- Mengajak umat Islam di seluruh dunia memperbanyak doa dan melaksanakan Qunut Nazilah.
- Mendorong negara-negara menjadi juru damai atas konflik yang terjadi.
- Menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah maksimal menghentikan perang serta menghormati hukum internasional.
MUI menegaskan perang hanya akan membawa dampak mudarat global dan memperburuk ketidakstabilan kawasan.













