Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Ini Daftar Kandidat Pemimpin Baru Iran
Simetrisnews – Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Situasi ini memicu pertanyaan besar mengenai mekanisme suksesi kepemimpinan di Republik Islam Iran.
Dilansir Al Jazeera dan CNN, Senin (2/3/2026), rezim ulama Iran kini menghadapi tantangan menentukan pengganti Khamenei yang telah berkuasa hampir empat dekade tanpa menunjuk penerus resmi.
Mekanisme Suksesi: Peran Majelis Pakar
Penunjukan pemimpin tertinggi berada di tangan Majelis Pakar Iran, badan beranggotakan 88 ulama senior yang dipilih rakyat. Sejak berdirinya Republik Islam pada 1979, mekanisme ini baru sekali dijalankan, yakni saat Khamenei menggantikan Ruhollah Khomeini.
Majelis Pakar akan segera berkumpul untuk membahas kandidat sebelum menunjuk pemimpin baru. Namun, dinamika keamanan menjadi tantangan tersendiri di tengah ancaman lanjutan dari Presiden AS Donald Trump.
Menurut konstitusi Iran, pemimpin tertinggi harus laki-laki, ulama dengan kompetensi politik, otoritas moral, serta loyal kepada Republik Islam. Aturan ini membuka ruang interpretasi yang berpotensi menyingkirkan tokoh reformis.
Sementara itu, Iran membentuk dewan sementara beranggotakan presiden, kepala kehakiman, dan satu ahli hukum dari Dewan Penjaga Konstitusi untuk menjalankan tugas kepemimpinan hingga pemimpin baru ditetapkan.
Daftar Kandidat Potensial
Berikut sejumlah nama yang disebut berpeluang menggantikan Khamenei:
- Mojtaba Khamenei
Putra kedua Khamenei ini dikenal memiliki pengaruh di balik layar dan hubungan erat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) serta Basij. Namun, suksesi ayah ke anak tidak populer di kalangan ulama Syiah Iran. Mojtaba juga bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki jabatan resmi, serta dikenai sanksi AS sejak 2019. - Alireza Arafi
Ulama senior dan wakil ketua Majelis Pakar ini dikenal sebagai orang kepercayaan Khamenei. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Penjaga dan memimpin sistem seminari Iran. Meski memiliki kapasitas birokratis kuat, ia tidak dikenal memiliki pengaruh besar di ranah keamanan. - Mohammad Mehdi Mirbagheri
Ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang dikenal anti-Barat. Ia memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di Qom dan dianggap mewakili faksi paling konservatif di kalangan ulama Iran. - Hassan Khomeini
Cucu pendiri Republik Islam ini memiliki legitimasi historis, namun dinilai kurang berpengaruh di lingkaran keamanan. Ia pernah dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Pakar pada 2016 dan dikenal lebih moderat dibanding kandidat lain. - Hashem Hosseini Bushehri
Ulama senior dan wakil ketua pertama Majelis Pakar. Ia dekat dengan Khamenei, tetapi memiliki profil publik rendah dan tidak dikenal memiliki hubungan kuat dengan IRGC.
Pemerintah Iran diperkirakan bergerak cepat untuk menunjukkan stabilitas politik dan mencegah gejolak internal maupun eksternal. Proses suksesi ini menjadi momen krusial yang akan menentukan arah kebijakan Iran ke depan, baik dalam politik domestik maupun hubungan internasional.













