Blatter Sebut FIFA Kini Dipimpin Bak Diktator
Simetrisnews – Mantan Presiden FIFA, Joseph Blatter, melontarkan kritik keras kepada penerusnya, Gianni Infantino. Blatter menilai Infantino memimpin federasi sepak bola dunia tersebut layaknya seorang diktator.
Blatter menjabat sebagai Presiden FIFA selama 17 tahun, dari 1998 hingga 2015. Sementara Infantino sudah satu dekade memimpin sejak terpilih pada 2016.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Tribuna, Blatter menyebut gaya kepemimpinan Infantino terlalu terpusat pada satu figur.
“Infantino memimpin seperti ‘raja’. Dia mengeksklusifkan dirinya, tidak ada yang boleh setara dengannya bahkan tidak ada yang boleh satu lift bareng di kantornya,” ujar Blatter.
Menurut Blatter, keputusan-keputusan penting di FIFA kini terlalu bergantung pada satu orang. Ia bahkan menyebut Dewan FIFA yang beranggotakan hampir 40 orang tidak lagi memiliki peran signifikan.
“FIFA saat ini cuma seorang Infantino. Dewan FIFA tidak memutuskan apa pun, FIFA adalah kediktatoran!” tegasnya.
Blatter juga mengkritik proses penunjukan tuan rumah FIFA World Cup dalam beberapa edisi terakhir.
Ia menyinggung pelaksanaan Piala Dunia 2022 di Qatar yang digeser ke musim dingin dan berdampak pada jadwal liga-liga Eropa. Selain itu, Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada juga dinilai sarat kepentingan politik.
Blatter bahkan menyinggung kedekatan Infantino dengan Presiden AS, Donald Trump, yang menurutnya memengaruhi dinamika di tubuh FIFA.
Di sisi lain, Blatter sendiri tak lepas dari kontroversi. Ia mundur dari jabatannya pada 2015 di tengah berbagai skandal dugaan pencucian uang, korupsi, dan suap yang mengguncang FIFA.
Namun, pria yang kini mendekati usia 90 tahun itu tetap bersikukuh tidak bersalah.
“Saya tidak pernah dihukum secara pidana, tetapi FIFA terus mengejar saya di tingkat hukum ketenagakerjaan. Perjuangan saya berlanjut,” tutupnya.
Pernyataan Blatter ini menambah panas dinamika internal FIFA, terlebih di tengah sorotan global terhadap transparansi dan tata kelola organisasi sepak bola terbesar di dunia tersebut.












