Guru Besar IPB Tegaskan Galon Guna Ulang Aman, Asal Dirawat dengan Benar

Simetrisnews – Guru Besar bidang Keamanan Pangan IPB, Prof. Ahmad Sulaeman menegaskan bahwa galon guna ulang tetap aman dipakai meski sudah beberapa tahun. Hal itu jika galon tersebut tidak berada dalam kondisi ekstrem serta dipakai dan dirawat sesuai dengan ketentuan agar tidak terjadi migrasi Bisphenol A (BPA) ke dalam air.

“Sesungguhnya baik baru atau lama sama saja sebetulnya bahwa potensi migrasi itu pasti ada. Bukan masalah lama atau baru tapi seberapa terpapar dengan faktor-faktor lingkungan,” kata Prof. Ahmad Sulaeman dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Dia menjelaskan migrasi BPA dari kemasan ke dalam air hanya terjadi dalam kondisi ekstrem tertentu. Dia mencontohkan galon yang ditempatkan di suhu tinggi hingga 70 derajat celcius atau faktor kimia tertentu seperti tingkat keasaman (pH). Hal ini berlaku baik bagi galon guna ulang ataupun galon sekali pakai.

Prof. Ahmad menekankan bahwa keamanan galon lebih ditentukan oleh cara publik merawat dan menyimpannya, bukan oleh usia atau jumlah pengisian ulang. Dia menambahkan fungsi utama galon adalah sebagai wadah pelindung air minum. Karena itu yang perlu diperhatikan adalah lokasi penyimpanan, kondisi kemasan, serta durasi penyimpanan air di dalamnya.

“Jadi intinya itu bagaimana publik merawat galon bukan dari berapa kali dia diisi dan berapa lama masa pakainya,” tuturnya.

Ahli gizi ini melanjutkan tidak ada aturan baku mengenai batas masa penggunaan maupun jumlah isi ulang galon. Menurutnya, selama galon tidak berbau, tidak rusak, tidak tercemar maka kemasan air tersebut masih aman untuk digunakan.

Dewan Pakar Asosiasi Minuman Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) ini mengungkapkan, dari sisi industri, setiap perusahaan memiliki standar internal untuk memastikan kelayakan kemasan sebelum digunakan kembali. Dia menjelaskan setiap produsen air minum dalam kemasan (AMDK) pasti akan memeriksa galon terlebih dulu sebelum diisi ulang.

“Jadi diperiksa dulu apakah masih layak atau tidak. Selama kemasan itu masih oke maka masih dipakai dan kalau sudah tidak layak maka akan langsung dihancurkan,” ungkapnya.

Prof. Ahmad menambahkan sebenarnya industri juga terus melakukan uji coba jumlah pengisian ulang guna memastikan kualitas mulai dari kemasan hingga air konsumsi. Dia melanjutkan migrasi BPA dari kemasan ke dalam air masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan BPOM.

“Mereka juga melakukan percobaan berapa banyak sih bisa diisi ulang, tapi sejauh ini masih dalam batas aman. Selama cara pakai sesuai aturan pasti aman,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup