Keamanan Meksiko Disorot Jelang Piala Dunia 2026 Usai Pecah Perang Kartel

Simetrisnews – Status Meksiko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan tajam menyusul pecahnya perang kartel yang mengguncang sejumlah wilayah. Isu keamanan di Negeri Sombrero memang sejak lama memunculkan keraguan, dan kini kembali mencuat ke ruang publik internasional.

Situasi memanas terjadi setelah tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho dalam operasi penangkapan aparat keamanan di Tapalpa, Jalisco, Minggu (22/2). El Mencho dikenal sebagai pimpinan kartel Jalisco New Generation (CJNG) yang selama ini masuk daftar buronan paling dicari.

Kematian El Mencho memicu aksi balasan brutal dari kelompoknya. Anggota kartel dilaporkan turun ke jalan, membakar fasilitas umum, menebar teror kepada warga sipil, hingga terlibat baku tembak dengan aparat keamanan.

Kondisi tersebut langsung memunculkan kekhawatiran global, mengingat Meksiko akan menjadi panggung ajang sepak bola terbesar dunia.

Menurut laporan The Guardian, faktor keamanan memang menjadi tantangan terbesar bagi Meksiko sejak ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

Kekerasan akibat perang kartel telah menjadi fenomena sehari-hari, bahkan berdampak langsung pada aktivitas olahraga domestik.

Sejumlah klub sepak bola di Meksiko mengalami kesulitan berkompetisi karena bermarkas di wilayah rawan konflik. Salah satunya Dorados, klub divisi dua dari Sinaloa, yang disebut belum bisa menggelar laga kandang sejak Oktober 2024 akibat perang antarkartel di wilayah tersebut.

Pemerintah Meksiko Janji Keamanan Maksimal

Pada 2025 lalu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah menegaskan kesiapan pemerintah dalam menjamin keamanan selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
“Hal ini telah dikerjakan dengan sangat terkoordinasi, mulai dari kepolisian kota tuan rumah, pemerintah negara bagian, hingga sekretariat keamanan dan perlindungan sipil federal. Ada pekerjaan penting yang sedang dan terus dilakukan,” ujar Sheinbaum.

Pemerintah Meksiko dikabarkan telah menambah ribuan kamera pengawas di sekitar stadion dan kawasan strategis. Selain itu, pasukan khusus anti-drone juga disiapkan untuk mengantisipasi ancaman dari udara.

FIFA Tetap Percaya Diri

Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait eskalasi konflik terbaru. Namun, Direktur Eksekutif FIFA di Meksiko, Jurgen Mainka, sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa ajang Piala Dunia 2026 akan berjalan aman dan lancar.

“Kantor FIFA Meksiko telah bekerja selama tiga tahun bersama pemerintah federal dan seluruh tingkatan pemerintahan, khususnya dalam isu keamanan,” kata Mainka pada November 2025.

“Kami sangat yakin semua protokol dan rencana yang diterapkan akan memberikan kerangka keamanan yang dibutuhkan bagi penggemar, tim, dan wasit,” tambahnya.

Sebagai informasi, tiga kota di Meksiko yang akan menjadi venue Piala Dunia 2026 adalah Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup