Bos Kartel Tewas, Meksiko Ricuh
Simetrisnews – Meksiko tengah menghadapi kerusuhan massal akibat tewasnya Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang akhirnya tumbang dalam operasi militer negaranya sendiri. Operasi senyap pasukan khusus Meksiko di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu (22/2/2026) berakhir dengan kematian El Mencho sekaligus menyulut kerusuhan anggota kartel yang menjalar ke delapan negara bagian.
Kementerian Pertahanan Meksiko mengonfirmasi operasi penggerebekan itu dilancarkan dini hari di Tapalpa, sebuah kota yang terletak sekitar 80 mil barat daya Guadalajara, di kawasan pegunungan Sierra Madre. Sasaran utamanya adalah El Mencho yang selama satu setengah dekade berhasil lolos dari jerat hukum.
Namun penggerebekan tidak berjalan mulus. Saat pasukan khusus angkatan darat dan Garda Nasional mendekati lokasi, mereka langsung disambut tembakan dari anggota kartel. Militer membalas, dan baku tembak pun pecah.
Empat anggota CJNG tewas di lokasi kejadian. El Mencho sendiri mengalami luka parah bersama dua anak buahnya, dan ketiganya meninggal dalam perjalanan saat diterbangkan ke Mexico City. Total, tujuh anggota kartel dipastikan tewas. Tiga personel militer dilaporkan terluka dan segera mendapatkan perawatan.
Kabar tewasnya El Mencho menyebar dengan cepat dan menyulut reaksi para pengikutnya. Gelombang aksi balasan meledak hampir bersamaan di berbagai penjuru Meksiko. Anggota CJNG memblokir lebih dari 20 ruas jalan di Jalisco menggunakan kendaraan yang dibakar. Di Guadalajara, kota yang juga dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, orang-orang bersenjata membakar kendaraan dan pom bensin di pusat kota.
Kerusuhan tidak terbatas di Jalisco. Bus, toko, dan berbagai fasilitas umum dibakar di sejumlah negara bagian lain. Bentrokan bersenjata antara anggota kartel dan pasukan keamanan federal kembali terjadi. Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, meminta 8 juta warganya untuk tetap di dalam rumah dan mematuhi status “kode merah” darurat.
El Mencho dituding mendalangi penyelundupan kokain, fentanil, dan metamfetamin dalam jumlah masif ke wilayah Amerika Serikat. Di bawah kepemimpinannya selama 16 tahun, CJNG menjelma dari kelompok kriminal lokal menjadi organisasi paramiliter bersenjata berat yang ditakuti bahkan oleh kartel saingan.













