Istana Soroti Turunnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia
Simetrisnews – Penurunan skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang dirilis Transparency International Indonesia (TII)dapat sorotan Istana.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan capaian tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah bersama masyarakat.
“Kita pertama tentu prihatin dan itu memang memang pekerjaan rumah kita bersama-sama,” kata Prasetyo seusai rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Prasetyo mengakui persoalan korupsi di Indonesia bersifat sistemik. Sebab itu, menurutnya, semua pihak tak boleh lelah dalam melakukan perbaikan tata kelola.
“Ini kan sudah sistemik ya masalah gitu kan, eh korupsi ini, dan itu memang yang harus kita terus kita nggak boleh capek, nggak boleh lelah untuk bagaimana kita mengurangi semaksimal mungkin segala tindak pidana korupsi,” ujarnya.
Sebelumnya, skor IPK Indonesia pada 2025 berada di angka 34. Ada penurunan tiga poin dibanding pada 2024.
“Skor CPI di Indonesia tahun ini ada di angka 34. Kemudian, peringkatnya dibandingkan 180 negara lainnya ada di 109,” kata Manajer Program Transparency International Indonesia (TII), Ferdian Yazid, kepada wartawan, Selasa (10/2).
Ferdian mengatakan peringkat skor IPK Indonesia tahun 2025 telah keluar dari 100 besar. Padahal, pada tahun sebelumnya, Indonesia berada di peringkat ke-99. Kini, skor IPK RI setara dengan Nepal.













