Lenovo Legion 7i Gen 10: Laptop Gaming Premium Serbabisa dengan Layar OLED 165Hz
Simetrisnews – Lenovo Legion 7i Gen 10 belum lama muncul dengan teknologi yang layak untuk multitasking dan produktif sampai gaming. Apalagi, layanan purna jualnya tidak terlalu anjlok.
Setiap pembelian laptop Lenovo Legion sudah dilengkapi dengan Accidental Damage Protection (ADP) selama 3 tahun, yang memungkinkan klaim untuk kerusakan tidak disengaja dan lebih dari satu kali. Perlindungan ini mencakup berbagai insiden tidak disengaja seperti perangkat terjatuh, layar pecah, hingga terkena tumpahan cairan. Selain itu, tersedia juga Legion Ultimate Support selama 3 tahun.
Lenovo Legion 7i Gen 10 hadir sebagai opsi menarik di kelas laptop gaming premium yang tidak hanya membidik gamer hardcore, tetapi juga profesional STEM, kreator konten, sampai pengguna yang butuh workstation portabel bertenaga. Seri ini berada di posisi unik: membawa prosesor kelas atas, layar OLED kelas premium, namun dipasangkan dengan GPU mid-tier yang lebih rasional untuk banyak kebutuhan.
Hasilnya adalah laptop serbabisa yang bisa dipakai untuk main game kompetitif, editing video, rendering 3D, sampai kerja berat sehari-hari, tanpa harus membawa laptop yang terlalu tebal dan berat.
Desain Premium, Ringkas, tapi Tetap Gaming
Lenovo Legion 7iLenovo Legion 7i
Dari luar, Legion 7i terasa seperti laptop kelas atas sejak pertama dipegang. Seluruh chassis berbahan metal dengan finishing halus dan kokoh, memberikan kesan premium yang kuat. Lenovo hanya menawarkan warna Glacier White untuk generasi ini, membuatnya tampil mencolok dan berbeda dibanding laptop gaming hitam pada umumnya.
Bodi ini juga relatif lebih ringkas dibanding Legion Pro 7i. Bobotnya berada di bawah 2 kg, membuatnya lebih realistis dibawa ke kampus, kantor, atau kerja mobile.
Meski begitu, ada beberapa keputusan desain yang terasa agak “aneh”, seperti sisi metal mengkilap dengan tepi tajam yang bisa kurang nyaman di pergelangan tangan jika digunakan di meja sempit. Namun secara keseluruhan, kualitas bodi Legion 7i sangat solid: tidak ada flex, tidak berderit, dan cukup tahan dipakai harian.
Port juga lengkap dan tertata rapi. HDMI dan power berada di bagian belakang, sementara USB-A, USB-C, audio jack, serta SD card reader tersedia di sisi kiri-kanan. Untuk laptop tipis di kelas performa tinggi, ini nilai tambah besar.
Keyboard TrueStrike dan Input Kelas Atas
Lenovo Legion 7iLenovo Legion 7i
Legion 7i dibekali keyboard Legion TrueStrike dengan RGB per-key. Layout-nya nyaman, termasuk tombol panah penuh dan NumPad, dengan travel 1,6 mm yang responsif untuk mengetik maupun gaming.
Lampu RGB-nya terang dan merata, dan pengaturannya dilakukan lewat Lenovo Space, software suite dinamis yang sudah terpasang di perangkat gaming Lenovo, berfungsi sebagai pusat kendali terintegrasi.
Perangkat ini menawarkan pengalaman antar-perangkat yang ditenagai AI, memungkinkan pengguna untuk mengelola pengaturan perangkat, melihat koleksi game library, mengakses penawaran eksklusif, dan menghubungkan aksesori Legion, semuanya dari satu tempat yang nyaman.
Touchpad-nya memang bukan kaca, melainkan plastik Mylar, tapi terasa mulus dan presisi untuk navigasi sehari-hari. Untuk biometrik, laptop ini mengandalkan kamera IR untuk login, tanpa fingerprint sensor.
Layar OLED 165Hz Jadi Bintang Utama
Salah satu daya tarik terbesar Legion 7i ada pada layar OLED 16 inci resolusi 2560 x 1600 pixel dengan aspek rasio 16:10. Panel ini mendukung refresh rate 165Hz, response time 1ms, cakupan warna 100% DCI-P3, Dolby Vision, serta kontras khas OLED dengan warna hitam pekat.
Untuk gaming, layar ini memberikan pengalaman yang benar-benar imersif: gerakan mulus, warna tajam, dan detail yang “hidup”. Untuk kreator konten, akurasi warna dan dukungan HDR juga membuatnya cocok untuk editing video dan desain.
Catatannya, layar glossy OLED memang membawa refleksi dan glare, serta karakteristik PWM flicker, meski frekuensinya cukup tinggi sehingga tidak mengganggu sebagian besar pengguna. Tingkat brightness mendekati 500 nits SDR juga membantu pemakaian di ruang terang.
Performa: CPU Monster, GPU Mid-tier yang Realistis
Legion 7i ditenagai prosesor Intel® Core™Ultra 9 275HX dengan konfigurasi 24 core / 24 thread, dipasangkan dengan Nvidia GeForce RTX 5070 8GB.
Unit ini juga dibekali RAM 32GB DDR5-5600/6400 dan SSD 1TB PCIe 4.0 NVMe, sehingga multitasking, loading aplikasi, dan kerja berat terasa sangat cepat.
Pendekatan Lenovo cukup unik: prosesor sangat kencang, tetapi GPU dibatasi hanya sampai RTX 5070 atau RTX 5060. Tidak ada opsi GPU high-end seperti RTX 5080 ke atas. Ini membedakannya dari Legion Pro series.
Dalam penggunaan nyata, RTX 5070 tetap sangat mampu menjalankan game modern di resolusi 2.5K dengan setting tinggi, apalagi dengan dukungan DLSS 4 dan Multi Frame Generation. Namun untuk judul AAA paling berat, pengguna mungkin perlu menurunkan setting jika ingin tetap stabil di mode lebih senyap.
Pendinginan ColdFront Hyper dan AI Engine+
Legion 7i membawa sistem pendingin Lenovo ColdFront Hyper, yang mampu menjaga suhu tetap terkendali meski bodinya lebih ramping dibanding Pro model.
Dalam mode Performance, CPU bisa menyentuh 150W sebentar sebelum turun ke sekitar 95W sustained, dengan suhu di kisaran 85–90 derajat Celsius dan fan noise sekitar 48 dBA.
Lenovo juga menyematkan AI Engine+ untuk mengoptimalkan performa sesuai beban kerja, membantu transisi antara gaming, rendering, atau aktivitas harian.
Menariknya, laptop ini tetap bekerja baik bahkan saat diletakkan rata di meja, tidak terlalu bergantung pada stand tambahan seperti beberapa laptop gaming lain.
Baterai dan Konektivitas Modern
Legion 7i membawa baterai 84Wh, dengan daya tahan sekitar 5–6 jam untuk kerja ringan seperti mengetik atau streaming video, dan 4–5 jam untuk browsing intensif.
Ini cukup baik untuk laptop dengan CPU HX kelas atas, meski tetap kalah efisien dibanding platform Intel® Core™Ultra H atau Ryzen AI yang bisa tembus 7–9 jam.
Laptop ini juga sudah mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Thunderbolt 4, serta charging USB-C hingga 100W (selain adaptor utama 240W).
Kesimpulan
Lenovo Legion 7i Gen 10 adalah laptop premium serbabisa yang berada di persimpangan gaming dan workstation portabel. Layarnya OLED 165Hz adalah salah satu yang terbaik di kelasnya, performa CPU sangat kencang, keyboard nyaman, dan desain metal-nya terasa mahal.
Posisi laptop ini terbilang menarik menarik: Legion 7i adalah pilihan ideal untuk gamer kompetitif, mahasiswa STEM, kreator konten, hingga profesional mobile yang butuh laptop kencang, ringan, dan tetap premium.
Laptop ini dijual dengan harga mulai Rp 33 jutaan, Legion 7I ini menjadi menarik karena tak sekadar bisa dipakai untuk bermain game kelas atas dengan nyaman, juga bisa dipakai oleh pekerja profesional yang membutuhkan laptop dengan spesifikasi mumpuni.
Baca Juga :
Nvidia Siapkan Prosesor Arm untuk Laptop Windows
Simak Video “Review Legion Pro 7i: Bukan Buat Kaum Mendang Mending!”













