Niat Puasa Ramadan: Perbedaan Pendapat Ulama soal Waktu dan Lafal yang Perlu Dipahami

Simetrisnews – Niat puasa Ramadan menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah puasa. Tak sedikit umat Islam yang masih ragu terkait kapan waktu membaca niat puasa Ramadan dan bagaimana cara melafalkannya sesuai tuntunan para ulama.

Pentingnya niat ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR Shahih Bukhari dan Shahih Muslim). Karena itu, memahami niat puasa Ramadan secara benar menjadi hal mendasar sebelum memasuki bulan suci.

Cara Membaca Niat Puasa Ramadan Menurut Ulama

Para ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun puasa. Namun, terdapat perbedaan pandangan mengenai cara melafalkan niat, khususnya apakah harus menyebutkan jenis puasanya secara spesifik (ta’yin) atau tidak.

Dalam buku Tafsir Ayat Ahkam karya Kadar M. Yusuf dijelaskan, Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa niat puasa wajib harus disebutkan secara jelas, apakah puasa Ramadan, nazar, atau qadha.

Sementara itu, Abu Hanifah berpendapat puasa Ramadan tetap sah meskipun niat dibaca secara umum tanpa menyebutkan “Ramadan”, selama dilakukan oleh orang yang tidak sedang safar.

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan
Selain perbedaan cara membaca niat, para ulama juga berbeda pendapat mengenai waktu membaca niat puasa Ramadan.
Imam Malik berpendapat niat puasa, baik wajib maupun sunnah, harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Imam Syafi’i mewajibkan niat puasa Ramadan dibaca setiap malam sebelum fajar, sementara niat puasa sunnah boleh dilakukan setelah fajar.

Abu Hanifah membolehkan niat puasa wajib dan sunnah dilakukan setelah fajar, selama puasa tersebut memiliki waktu yang telah ditentukan, seperti puasa Ramadan atau nazar tertentu.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian
Dinukil dari Buku Praktis Ibadah susunan Irwan dkk, berikut bacaan niat puasa Ramadan yang dibaca setiap malam:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā-i fardhi syahri ramadhāna hādzihis-sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

Mengikuti pendapat Imam Malik, niat puasa Ramadan juga boleh dibaca sekali di malam pertama untuk satu bulan penuh:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma jamī‘i syahri ramadhāni hādzihis-sanati fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini sebagai kewajiban karena Allah Ta‘ala.”

Dengan memahami niat puasa Ramadan, baik dari sisi cara maupun waktunya, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat. Artikel ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi pembaca Simetrisnews dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup