BMW Tarik 575 Ribu Kendaraan, Ini Daftar Model dan Risiko Teknisnya

Simetrisnews – Pabrikan otomotif asal Jerman, BMW, mengumumkan langkah besar di tingkat global dengan melakukan recall terhadap sekitar 575 ribu unit kendaraan di berbagai negara. Penarikan ini dilakukan menyusul potensi risiko kebakaran yang bersumber dari masalah pada sistem starter kendaraan.

Recall tersebut bersifat global dan berbasis VIN (Vehicle Identification Number), sehingga tidak seluruh unit dari model terkait otomatis terdampak. Meski isu ini tidak sepopuler masalah baterai atau sistem bahan bakar, dampak teknisnya dinilai cukup serius terhadap aspek keselamatan.

Mengutip laporan BMW Blog, Rabu (18/2/2026), BMW menemukan adanya potensi cacat produksi pada starter motor, khususnya di bagian magnetic switch. Komponen tersebut dapat mengalami keausan berlebih, terutama pada kendaraan dengan frekuensi start mesin yang tinggi.

Gejala awal yang muncul relatif ringan, seperti mesin sulit dinyalakan atau gagal start. Namun dalam kondisi terburuk, abrasi logam di dalam magnetic switch dapat memicu korsleting listrik. Hubungan arus pendek ini berpotensi menimbulkan panas berlebih di area starter, bahkan memicu risiko kebakaran saat kendaraan sedang digunakan.

Komponen starter yang menjadi fokus recall diproduksi pada periode Juli 2020 hingga Juli 2022. Meski demikian, pemasangannya bisa saja terjadi setelah rentang waktu tersebut, sehingga cakupan kendaraan terdampak cukup luas.

Sejumlah model populer BMW masuk dalam daftar recall global ini, antara lain 2 Series Coupé, 3 Series, 4 Series, 5 Series, 6 Series Gran Turismo, 7 Series, serta lini SUV seperti X3, X4, X5, dan X6. Roadster Z4 generasi terbaru juga terdampak. Dengan basis teknis yang sama, kembarannya yakni Toyota Supra generasi terbaru turut berpotensi masuk dalam cakupan pemeriksaan.

Sebagai langkah perbaikan, BMW akan mengganti unit starter pada kendaraan yang teridentifikasi bermasalah. Dalam beberapa kasus, baterai juga akan diganti apabila ditemukan indikasi kerusakan akibat panas berlebih. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam di bengkel resmi BMW.

Sambil menunggu proses recall, BMW menyarankan pemilik kendaraan terdampak agar tidak membiarkan mobil menyala tanpa pengawasan, terutama setelah menggunakan fitur remote start. Imbauan ini bersifat preventif untuk meminimalkan risiko overheat pada sistem starter.

Sebelumnya, BMW di Amerika Serikat juga telah mengajukan kampanye recall terpisah dengan isu serupa, meski belum ada konfirmasi resmi apakah kedua program tersebut sepenuhnya identik. Kasus ini menjadi pengingat bahwa komponen kecil dalam sistem kelistrikan otomotif modern dapat berdampak besar terhadap keselamatan.

Bagi konsumen di Indonesia, pemilik kendaraan BMW disarankan segera mengecek status kendaraan melalui nomor rangka (VIN) di kanal resmi BMW Indonesia. BMW Indonesia sendiri terus menjalankan kampanye “Relax. We Care.” sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pelanggan di Tanah Air.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup