Bahlil Desak Inpex Percepat Produksi Blok Masela, Target Mulai 2029

Simetrisnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Inpex Masela Ltd untuk mempercepat produksi. Hal itu diungkapkannya saat mengisi acara Kuliah Umum yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2//2205).

Ia meminta, sebelum pemilihan presiden dan wakil presiden yaitu 2029 sudah bisa digerakkan.

Adapun produksi Blok Masela sebelumnya ditargetkan mulai sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Tahun ini sudah mulai tender dan produksinya InsyaAllah dia (Inpex) bilang 2030, saya bilang enggak. 2030 sudah Pilpres, kau bikin 2029. Aku enggak mau tahu, kau bikin 2029,” katanya.

Bahlil mengungkapkan saat ini proyek Masela sudah masuk konstruksi. Hanya tinggal menunggu proses tender yang sedang berjalan.

Berdasarkan laporan SKK Migas, total investasi proyek tersebut mencapai sekitar US$ 18 miliar.

“Kemarin sudah dibangun konstruksinya 2025.Sekarang udah mulai tender. Kemarin SKK Migas udah laporan ke saya total investasinya US$ 18 bilion,” ujarnya.

Sebagai Informasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan groundbreaking Blok Masela sebelum lebaran. Lapangan gas abadi Masela dikelola perusahaan asal Jepang, yakni Inpex Masela Ltd.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan Blok Masela akan segera menerima sertifikat Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Mudah-mudahan ini bisa groundbreaking juga sebelum lebaran. Sekarang sedang persiapan untuk groundbreaking,” ungkap Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, Blok Masela memiliki kandungan kondensat sebanyak 35.000 barel kondensat per day. Sementara untuk kapasitas produksi gas sebesar 1.600 MMSCFD yang didistribusikan untuk lokal sebanyak 150 MMSCFD dan LNG.

“Nanti bisa berproduksi insyaallah di 2030 atau lebih cepat, investasinya hampir US$ 21 miliar. Ada kondensatnya 35.000 barel kondensat per day (BCPD). Untuk kapasitas produksi gasnya, 1.600 (MMSCFD). 150 (MMSCFD) untuk lokal, lainnya untuk LNG,” pungkasnya.

Daihatsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup