Menkes Budi Dorong Rumah Sakit Indonesia Tembus Standar Dunia, Target Tarik Pasien Asing
Simetrisnews – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menilai rumah sakit di Indonesia harus terus mengembangkan pelayanan kesehatan sehingga bisa mencapai taraf tertinggi, yakni banyaknya orang luar negeri yang berobat ke Tanah Air.
Budi juga menegaskan, rumah sakit khususnya pemerintah mesti juga memiliki ambisi besar untuk menembus standar layanan kesehatan kelas dunia.
“Kualitas layanan itu yang menilai seharusnya pasien, bukan kita sendiri. Salah satu ukurannya adalah ketika standar kita sudah diakui dan mulai dipercaya oleh pasien dari luar negeri,” ujar Menkes Budi dalam keterangannya dikutip dari laman Kemenkes, Senin (9/1/2026).
Menkes menekankan bahwa keberhasilan transformasi rumah sakit tidak diukur dari penilaian internal, melainkan dari kepercayaan pasien.
Menkes Budi menggarisbawahi bahwa salah satu pembuktian kualitas rumah sakit di Indonesia adalah kemampuannya menarik minat pasien mancanegara.
Selain pelayanan, Menkes juga menekankan pentingnya dokter spesialis memiliki daya saing internasional. Kemenkes menargetkan peningkatan jumlah riset klinis (clinical trial) hingga 200 persen di lingkungan rumah sakit pemerintah. Langkah ini diambil guna memperkuat kemandirian kesehatan nasional melalui inovasi yang teruji secara ilmiah.
Sejumlah rumah sakit milik pemerintah juga mendapatkan apresiasi dari Menteri Kesehatan. Beberapa rumah sakit yang dinilai berhasil memberikan layanan terbaik dan inovatif tahun ini antara lain:
Layanan Hospitality Terbaik: RS Kanker Dharmais, RSUP Dr. Sitanala, dan RSAB Harapan Kita.
Mutu Layanan Terbaik: RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso.
Inovasi Layanan Terbaik: RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, dan RSUP Fatmawati.
Melalui penghargaan ini, Menkes berharap rumah sakit penerima penghargaan tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi terus meningkatkan inovasi. Pemerintah ingin membuktikan bahwa fasilitas kesehatan dalam negeri sudah mampu memberikan pelayanan terbaik, sehingga warga Indonesia tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar negeri.



















Tinggalkan Balasan