Prabowo Satukan Pengelolaan Aset Negara, BUMN Tak Efisien Akan Disikat
Simetrisnews – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembentukan BPI Danantara dimaksudkan untuk pengelola utama kekayaan negara. Hal ini ditengarai banyak pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak efisien dan merugikan negara sejak dahulu.
Danantara disebutkan Prabowo didanai oleh negara dan telah mengumpulkan semua pengelolaan manajemen dalam satu pengelola senilai US$ 1 triliun.
“Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam 1 manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya US$ 1 triliun. Lengkapnya US$ 1.040 miliar asset under management,” kata Prabowo di Rakornas Kepala Daerah 2026 di SICC Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan tugas Danantara menyempurnakan pengelolaan BUMN yang terbagi ke masing-masing perusahaan menjadi lebih ringkas dan terstruktur rapih.
“Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan nggak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan,” tegas Prabowo.
Prabowo menekankan bagi pemimpin-pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan akan disikat. Dia menyindir kalau tidak mau tanggung jawab maka akan dipanggil Kejaksaan Agung.
“Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” ujar Prabowo.
Dia menekankan peringatannya ini bukan cuma omong-omong kosong belaka. Prabowo menekankan dirinya tidak takut pada siapapun kecuali rakyat Indonesia dan juga tuhan maha besar.
“Kan mereka ngejek Prabowo tuh hanya bisa ngomong di podium aja. Oh ya? Tunggu aja panggilan. Lu jangan nantang gue lu! Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan tuhan maha besar,” tegas Prabowo.













