Niat Sholat Fardhu Sendiri Sesuai Sunnah dan Penjelasannya

Simetrisnews – Sholat fardhu merupakan ibadah wajib yang harus ditunaikan oleh setiap muslim. Dalam pelaksanaannya, sholat bisa dilakukan secara berjamaah maupun sendiri (munfarid).
Niat sholat fardhu sendiri menjadi bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya sholat. Oleh karena itu, memahami niat, bacaan, dan kedudukannya dalam sholat wajib menjadi hal penting yang harus diketahui.

Dikutip dari buku Menggapai Surga dengan Doa karya Achmad Munib M.Si, secara bahasa, niat berarti keinginan atau tujuan di dalam hati untuk melakukan suatu perbuatan. Dalam konteks ibadah, niat adalah kehendak hati untuk melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT.

Dalam sholat, niat berfungsi sebagai pembeda antara sholat wajib dan sholat sunnah, serta membedakan jenis sholat fardhu yang dikerjakan, seperti Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Niat dilakukan dalam hati dan dilafalkan sebagai bentuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

Hukum Niat Sholat Fardhu Sendiri
Niat sholat fardhu hukumnya wajib. Tanpa niat, sholat tidak sah. Hal ini berdasarkan kaidah umum dalam Islam bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.

Ketika sholat dilakukan sendiri, niat harus mencakup beberapa unsur penting, yaitu jenis sholat fardhu yang dikerjakan, jumlah rakaat, serta status pelaksanaan sholat sebagai munfarid (sendiri).

Bacaan Niat Sholat Fardhu Sendiri

Dikutip dari Buku Praktis Ibadah karya Irwan Ahmad Jafar Husain, berikut bacaan niat sholat fardhu sendiri untuk masing-masing sholat wajib.

  1. Niat Sholat Subuh Sendiri
    أصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli fardhash shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi Ta’aala

Artinya: “Saya niat sholat Subuh 2 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Sholat Dzuhur Sendiri
    أصَلِّي فَرْضَ الظَّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُستَقبِلَ الْقِبْلَةِ آداء لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi Ta’aala

Artinya: “Saya niat sholat Dzuhur 4 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Sholat Ashar Sendiri
    أصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi Ta’ala

Artinya: “Saya niat sholat Ashar 4 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Sholat Maghrib Sendiri
    أَصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi Ta’aala

Artinya: “Saya niat sholat Maghrib 3 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Sholat Isya Sendiri
    أَصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi Ta’aala

Artinya: “Saya niat sholat Isya 4 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Waktu dan Cara Membaca Niat Sholat
Niat sholat dibaca di dalam hati pada saat takbiratul ihram, yaitu ketika mengucapkan “Allahu Akbar” pertama kali. Tidak disyaratkan melafalkannya dengan suara.

Melafalkan niat secara pelan diperbolehkan selama tidak mengganggu kekhusyukan dan tidak meyakini bahwa lafaz niat adalah syarat sah sholat.

Perbedaan Niat Sholat Sendiri dan Berjamaah
Perbedaan utama antara niat sholat sendiri dan berjamaah terletak pada penyebutan status pelaksanaan sholat. Pada sholat berjamaah ditambahkan keterangan “ma’muman” (sebagai makmum) atau “imaman” (sebagai imam).

Meski berbeda lafaz, tujuan niatnya tetap sama, yaitu mengerjakan sholat fardhu karena Allah SWT. Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang lebih besar, namun sholat fardhu yang dilakukan sendiri tetap sah dan bernilai ibadah.

Daihatsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup