AMPRO 2026 Siap Hidupkan Kembali Gemuruh Tinju Nasional Indonesia
Simetrisnews – Kejuaraan Amateur Profesional Boxing (AMPRO) akan digelar pada 13 Februari 2026. Ajang ini merupakan upaya menghidupkan lagi gemuruh tinju nasional.
Bertajuk Victoria AMPRO, para petinju amatir diberikan kontrak yang menjadi wadah bagi mereka untuk meniti karier ke level profesional. Diharapkan kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan agar petinju bisa naik level.
Ada enam sabuk prestisius yang akan diperebutkan; Sabuk Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, Hendropriyono, Hercules, serta Mahakarya Bumi Hambalang. Kejuaraan ini akan mempertandingkan laga profesional dan amatir dalam satu panggung pembinaan.
“Terima kasih kepada Bapak Ketua yang telah mempercayakan saya sebagai promotor. Tugas ini saya jalani bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk Indonesia, khususnya generasi muda di cabang olahraga tinju,” kata Promotor Event, Victoria Novianti Widjaja di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
“Kami berharap dari amatir bisa naik kelas sampai internasional. Kami mendapat dukungan penuh dari banyak pihak,” ujarnya menambahkan.
Ketua Pelaksana Victoria AMPRO, Letkol Inf. G. Borlak, S.Sos., M.M., mengakui bahwa tantangan utama dalam penyelenggaraan tinju profesional adalah pendanaan. Namun ia optimistis ajang ini bisa berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak.
Kolaborasi dengan promotor dibangun melalui manajemen tinju yang profesional, termasuk pengelolaan keuangan yang transparan, dengan tujuan menerapkan standar tinju yang sesuai dengan perkembangan tinju dunia.
Dari sisi seleksi dan pembinaan, Victoria AMPRO akan dimulai dari Jakarta dan secara bertahap menjaring petinju terbaik dari daerah, termasuk petinju amatir. Seluruh petinju yang tampil akan melalui proses seleksi objektif dan profesional.
“Penandatanganan kerja sama hari ini kami laporkan kepada teman-teman. Semua sesuai dengan regulasi. Penandatanganan kontrak petinju, 30 persen kami bayar hari ini, dan sisanya 70 persen dibayarkan 24 jam sebelum pertandingan dimulai,” ucap Borlak.
“Event ini hanya digelar pada tanggal 13 Februari. Setelah itu, kami akan melakukan evaluasi dan perencanaan ulang untuk memilih petinju terbaik pada bulan berikutnya, sesuai target jangka pendek, menengah, dan panjang,” tuturnya.
Victoria AMPRO akan mempertandingkan lima partai profesional dan tiga partai amatir. Petinju amatir yang tampil merupakan hasil seleksi terbaik dan melibatkan pengurus tinju amatir sebagai bagian dari sistem pembinaan.
Dua legenda tinju Indonesia, Nico Thomas dan Muhammad Rachman turut mendukung kejuaraan ini. Mereka berharap gairah tinju nasional bisa hidup lagi.
“Saya pikir pola pembinaan masih sama seperti dulu. Sekarang yang terpenting adalah kembali ke petinjunya. Mereka harus punya motivasi dan tidak minder, melainkan termotivasi oleh mantan petinju yang bisa berprestasi,” kata Nico.
“Tinju memang harus dimulai dari pemula. Dengan sering bertanding, mereka mendapat pengalaman dan motivasi. Jam terbang itu penting agar petinju tidak jenuh dan terus berkembang,” ucap Rachman.
Baca Juga :













