Pasar Sepeda Motor Moncer, Honda Siap Tancap Gas di 2026
Simetrisnews – Penjualan sepeda motor di Indonesia semakin moncer saja, tercatat sebanyak 6,4 juta unit telah mengaspal. Angka tersebut didapat selama periode Januari-Desember 2025. Terbaik selama kurun waktu 5 tahun.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor secara wholesales (penjualan dari pabrik ke diler) mencapai 6,41 juta unit ((6.412.769) unit), tumbuh 1,3% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6,33 juta unit. Pencapaian ini berhasil mencapai target yang ditetapkan AISI (6,4 – 6,7 juta unit) di tengah tantangan pelemahan daya beli masyarakat.
Lantas, bagaimana Honda menyikapinya?
Senior Manager Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Rina Listiani menjelaskan Honda tetap optimistis di tahun 2026. “Ya tentu, kami akan menyesuaikan pertumbuhan penjualan dengan perkembangan pasar sepeda motor Nasional,” katanya saat dihubungi Simetrisnews, Selasa (27/1/2026)
Dengan tingginya permintaan masyarakat, hal ini tentu wajar jika Honda diprediksi akan memimpin pasar dengan berbagai strategi agresif di tahun 2026 dengan meluncurkan model-model terbaru yang kian diminati.
“Untuk produk baru, insyaallah akan ada. Kita lihat nanti ya. Saya tidak bisa banyak bicara terkait produk yang akan kami luncurkan nanti. Wait and see ya,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan, kinerja pasar sepeda motor yang relatif stabil menunjukkan kendaraan roda dua masih menjadi alat transportasi paling efisien dan efektif bagi masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.
“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita,” ujar Sigit.
Untuk kategorinya, berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi pasar dengan kontribusi 91,7 persen, disusul motor underbone 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, sementara sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.
“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka,” ucapnya.
Secara wilayah, pertumbuhan penjualan di luar Pulau Jawa mampu menutup penurunan permintaan di Pulau Jawa yang terdampak perlambatan industri dan pemutusan hubungan kerja.
Selain pasar domestik, kinerja ekspor sepeda motor nasional juga mencatatkan kenaikan. Sepanjang 2025, anggota AISI mengekspor 544.133 unit CBU, 8.139.894 set CKD, serta 138.455.487 komponen ke berbagai negara tujuan.
AISI menilai pasar sepeda motor domestik masih berpotensi tumbuh di tahun 2026 meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti pemberlakuan opsen pajak daerah dan dampak kondisi geopolitik global.
“Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” kata Sigit.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor domestik pada 2026 akan relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
BACA JUGA :















