Purbaya Tegaskan Tahan Harga BBM Subsidi 2026 Atas Instruksi Presiden
Simetrisnews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan pemerintah, termasuk keputusan menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026, merupakan hasil koordinasi lintas kementerian di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya meluruskan persepsi publik bahwa langkah fiskal yang diambil bukan inisiatif personal, melainkan mandat presiden yang dijalankan kementerian terkait.
“Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya itu cuma tangannya Presiden saja,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, Presiden mempertimbangkan sangat detail dampak ekonomi kebijakan terhadap masyarakat. Pemerintah rutin menyusun simulasi berbagai skenario harga minyak mentah sebelum memutuskan kebijakan harga BBM.
“Presiden tanya gimana dampaknya? Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga 80 gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini,” jelasnya.
Di tengah ketidakpastian global, Purbaya meminta publik tidak panik. Ia memastikan kondisi fiskal dan pendapatan negara masih kuat untuk menopang kebijakan subsidi dan penahanan harga BBM.
Salah satu bantalan utama adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai Rp420 triliun.
“Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan berlapis. Jadi teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada,” tutup Purbaya.












