Avtur Naik 3 Kali Lipat, Kemenhaj Cari Solusi Agar Biaya Haji Tak Membengkak
Simetrisnews – Harga bahan bakar pesawat (avtur) melonjak hingga 2–3 kali lipat akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan ini langsung berdampak pada komponen biaya penerbangan jemaah haji Indonesia.
Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) tengah menyiapkan langkah mitigasi agar lonjakan harga avtur tidak membebani jemaah.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan hal ini usai pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di kantor Kemenhaj, Selasa (7/4/2026).
“Avtur naik 2–3 kali lipat, itulah dampak yang langsung kita rasakan sekarang ini dan kita sedang mencari pemecahannya,” ujar Gus Irfan.
Presiden Minta Jangan Bebani Jemaah
Gus Irfan menegaskan, Prabowo Subianto memberi arahan tegas agar solusi apa pun yang diambil pemerintah tidak menambah beban biaya bagi jemaah haji.
“Presiden tentu menekankan apa pun yang terjadi jangan sampai memberikan tambahan beban kepada jemaah haji kita,” jelasnya.
Selain faktor biaya, Presiden juga menekankan aspek keselamatan dan keamanan jemaah sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.
Saudi Pastikan BBM Aman, Tapi Dampak Perang Meluas
Dalam pertemuan yang sama, Dubes Saudi Faisal memastikan stok BBM di Arab Saudi dalam kondisi aman. Namun, ia mengakui konflik yang terjadi telah berdampak luas secara global.
“Berkaitan dengan BBM kita aman. Namun demikian, peperangan ini berdampak signifikan terhadap keamanan energi, pangan, dan supply chain dunia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, harga minyak dunia dalam waktu kurang dari sepekan melonjak hingga 65 persen. Lonjakan ini otomatis memicu kenaikan harga avtur dan berimbas pada tiket penerbangan, termasuk untuk keperluan ibadah haji.
“Kenaikan ini tentu berdampak langsung terhadap naiknya harga avtur. Kemudian juga otomatis terhadap tiket-tiket yang berlaku untuk pelaksanaan ibadah,” tandas Faisal.
Kemenhaj kini berpacu mencari formula kebijakan agar lonjakan biaya operasional penerbangan haji bisa ditekan, tanpa mengorbankan keselamatan serta tanpa membebani jemaah.













