GPNI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Dugaan Pendanaan Asing ke LSM



Simetrisnews – Sejumlah kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Nasional Indonesia (GPNI) menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (2/4/2026).
Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan aliran pendanaan asing kepada organisasi masyarakat sipil di Indonesia. Massa mendesak pemerintah Amerika Serikat menghentikan segala bentuk pendanaan yang dinilai tidak melalui mekanisme resmi.
Dalam orasinya, peserta aksi menilai adanya potensi pengaruh dari jaringan lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing terhadap dinamika sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia. Mereka juga meminta agar Amerika Serikat menghormati kedaulatan Indonesia dan tidak mencampuri urusan domestik.
Aksi di depan Kedutaan Besar AS diakhiri dengan kegiatan simbolik berupa pembakaran topeng tokoh internasional sebagai bentuk protes. Selanjutnya, massa bergerak ke Kementerian Dalam Negeri untuk menyampaikan tuntutan lanjutan.
Koordinator GPNI, Fandri, menilai pemerintah belum optimal dalam menegakkan regulasi terkait pendanaan asing. Ia menyinggung Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2008 yang dinilai belum diimplementasikan secara efektif.
“Negara terkesan tidak tegas dalam menindak lembaga asing yang menyalurkan dana ke organisasi masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung nama George Soros yang disebut dalam narasi lapangan memiliki keterkaitan dengan jaringan pendanaan internasional. Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti yang terverifikasi secara independen.
Sebelumnya, dokumen internal Open Society Foundations (OSF) dilaporkan bocor ke publik. Mengutip media internasional The Sunday Guardian, OSF disebut mengalokasikan dana sekitar US$1,8 juta kepada jaringan LSM di Indonesia untuk berbagai program, seperti penguatan kepemimpinan pemuda dan mobilisasi masyarakat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Tidak ada laporan gangguan ketertiban umum selama demonstrasi berlangsung.
Peristiwa ini mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu transparansi pendanaan asing, pengawasan organisasi internasional, serta pentingnya menjaga kedaulatan nasional di tengah dinamika global.













