Pertamina Tak Naikkan Harga BBM April 2026, Pemerintah Siapkan Anggaran Tambahan
Simetrisnews – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak naik pada April 2026, baik untuk produk subsidi maupun nonsubsidi, meski harga minyak dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
“Sementara sepertinya Pertamina mampu menanggung harga BBM tidak naik karena likuiditas cukup, pembayaran kompensasi pemerintah lancar, jadi keuangan Pertamina baik,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026).
Subsidi dan Kompensasi Masih Ditanggung Pemerintah
Purbaya menjelaskan, meski Pertamina menanggung sementara, pemerintah akan menambah anggaran subsidi dan kompensasi jika harga minyak dunia tetap tinggi. Dengan asumsi rata-rata US$ 100 per barel sepanjang 2026, pemerintah siap menambah subsidi sebesar Rp 90-100 triliun, meski angka tersebut masih bersifat sementara dan akan dihitung ulang.
“Ruang fiskal masih terbuka lebar karena harga minyak dunia saat ini rata-rata US$ 76-77 per barel, di bawah asumsi US$ 100 per barel,” jelas Purbaya.
Sumber Dana Tambahan
Pemerintah berencana menutup kebutuhan tambahan anggaran subsidi melalui:
- Efisiensi belanja Kementerian/Lembaga yang tidak terlalu prioritas.
- Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 420 triliun, yang bisa digunakan jika kondisi sangat mendesak.
“Kalau kepepet, saya punya SAL sekarang naik Rp 420 triliun. Bisa digunakan kalau sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Purbaya menegaskan, kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga BBM bagi masyarakat, sekaligus memastikan kondisi APBN tetap aman.













