NASA Luncurkan Artemis II, Misi Berawak Pertama ke Bulan dalam 50 Tahun
Simetrisnews – NASA berhasil meluncurkan Roket Space Launch System (SLS) bersama wahana antariksa Orion untuk misi Artemis II, Rabu (1/4/2026) pukul 18.35 waktu setempat atau Kamis (2/4/2026) pukul 05.35 WIB. Ini menjadi penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak program Apollo berakhir lebih dari lima dekade lalu.
Roket setinggi 98 meter yang dijuluki Moon Rocket lepas landas dari Launch Complex 39B, Kennedy Space Center, Florida, dengan daya dorong total 8,8 juta pon dari empat mesin RS-25 dan dua solid rocket booster. Setelah terpisah dari SLS, Orion akan mengelilingi Bulan selama 10 hari tanpa mendarat, memecahkan rekor jarak terjauh manusia dari Bumi sejak Apollo 13.
“Godspeed, Artemis II!” tulis NASA menyambut peluncuran bersejarah ini.
Perjalanan dan Tujuan Misi
Misi ini bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan komunikasi di lingkungan deep space.
Orion akan melakukan manuver lunar flyby, memanfaatkan gravitasi Bulan untuk kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.
Empat astronot yang berada di kapsul Orion Integrity adalah:
- Reid Wiseman – Komandan (NASA)
- Victor Glover – Pilot (NASA), orang kulit hitam pertama ke Bulan
- Christina Koch – Mission Specialist (NASA), wanita pertama ke Bulan
- Jeremy Hansen – Mission Specialist (Canadian Space Agency), astronot Kanada pertama di misi lunar
Artemis II menjadi penerbangan kedua SLS dan misi berawak pertama Orion. Misi ini membuka jalan bagi misi selanjutnya, termasuk Artemis III dan IV, yang bertujuan mendaratkan astronot di Bulan serta membangun kehadiran berkelanjutan sebagai fondasi eksplorasi Mars.
“Misi Artemis II akan meletakkan fondasi bagi eksplorasi manusia yang aman dan efisien di Bulan dan Mars,” kata NASA.
Selain uji validasi sistem, misi ini akan mencetak beberapa rekor: Victor Glover menjadi orang berkulit berwarna pertama meninggalkan orbit rendah Bumi, Christina Koch perempuan pertama, Reid Wiseman orang tertua, dan Jeremy Hansen warga negara non-AS pertama melampaui orbit rendah Bumi menuju Bulan.













